KALBARAYA, MINAHASA UTARA – Prajurit TNI Angkatan Laut dari KRI Selar-879 berhasil melakukan penyelamatan dramatis terhadap belasan penumpang Kapal Motor (KM) Alisa yang mengalami kecelakaan laut di perairan Pulau Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kapal tersebut dilaporkan patah setelah dihantam gelombang tinggi dan cuaca ekstrem pada Minggu (8/2/2026).
Insiden ini bermula ketika angin kencang dan ombak besar menghantam lambung kiri KM Alisa secara bertubi-tubi. Akibat kuatnya benturan, struktur kapal tidak mampu bertahan hingga akhirnya patah, yang menyebabkan sejumlah penumpang terlempar ke tengah laut.
Respon Cepat di Titik Koordinat
Beruntung, KRI Selar-879 yang tengah menjalankan tugas di sekitar lokasi langsung bereaksi cepat setelah mendeteksi adanya kecelakaan laut tersebut. Komandan KRI Selar-879, Mayor Laut (P) Dian Haris Susilo, segera menginstruksikan personelnya untuk menuju titik koordinat dan melakukan evakuasi darurat.
“Begitu informasi laka laut kami terima, kapal perang langsung dikerahkan ke lokasi. Prajurit TNI AL diterjunkan untuk mengamankan seluruh korban dari permukaan air,” jelas Mayor Dian dalam keterangannya.
Evakuasi Tanpa Korban Jiwa
Berkat aksi tanggap dari jajaran TNI AL, seluruh penumpang yang berjumlah 14 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.
Setelah dievakuasi ke atas kapal perang, para penyintas segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat, baik di Manado maupun Bitung, guna mendapatkan perawatan kesehatan intensif serta pemulihan pasca-trauma.
Komitmen Pelindung Bahari
Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut menegaskan bahwa operasi penyelamatan ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam melindungi masyarakat di wilayah perairan Nusantara. Langkah ini selaras dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan peran TNI AL sebagai penjaga kedaulatan sekaligus pelayan masyarakat di laut.
“TNI AL senantiasa siap siaga menjadi pelindung bagi setiap pengguna laut. Keamanan dan keselamatan masyarakat saat berlayar menjadi prioritas utama kami,” tutup keterangan resmi tersebut.
