KALBARAYA – Meski telah resmi bercerai, musisi Virgoun dan mantan istrinya, Inara Rusli, memilih untuk menepikan ego masing-masing demi masa depan anak-anak mereka. Keduanya kini sepakat menjalankan konsep pengasuhan bersama atau co-parenting guna memastikan ketiga buah hati mereka tidak kekurangan kasih sayang.
Kondisi harmonis ini diungkapkan langsung oleh kakak kandung Virgoun, Febby Carol. Menurut Febby, komunikasi antara adiknya dan Inara kini terjalin jauh lebih baik dan kondusif dibandingkan masa lalu.
“Saat ini Inara sudah memiliki pasangan, begitu pula dengan Virgoun. Mereka sudah bahagia dengan jalannya masing-masing. Terkait anak, hubungan dan komunikasi di antara mereka berdua sekarang jauh lebih positif,” ujar Febby saat ditemui di kawasan Bogor, Jawa Barat.
Saling Mengisi dan Tanpa Jadwal Kaku
Febby menjelaskan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh Virgoun dan Inara berlangsung sangat fleksibel dan saling mendukung. Kedua belah pihak berkomitmen untuk saling mengisi kekosongan jadwal demi kepentingan anak-anak.
“Pola asuhnya benar-benar mengutamakan kebaikan anak. Sebagai contoh, jika Inara berhalangan hadir untuk mengambil rapor sekolah, Virgoun atau Lindi yang akan menggantikan (backup). Segala sesuatunya kini bisa dibicarakan dengan kepala dingin,” jelas Febby.
Sebagai informasi, Lindi merupakan istri baru Virgoun. Pasangan ini juga baru saja dikaruniai seorang anak setelah membina bahtera rumah tangga selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Meskipun tidak memiliki pembagian waktu asuh yang tertulis secara formal, hubungan komunikasi antara Virgoun dan anak-anaknya, khususnya putri sulungnya, Starla, tetap berjalan lancar tanpa hambatan.
“Tidak ada pembagian waktu yang kaku, semua dikondisikan lewat komunikasi. Starla sekarang sudah bisa langsung menghubungi ayahnya jika ingin memesan makanan atau sekadar mengobrol. Komunikasinya sudah langsung (direct),” tambah Febby.
Kunci Keberhasilan: Menurunkan Ego
Febby menekankan bahwa kunci utama dari membaiknya hubungan mantan pasangan suami istri ini adalah kerelaan untuk menurunkan ego. Ia menilai, konflik yang pernah terjadi di masa lalu jangan sampai mengorbankan hak anak-anak untuk mendapatkan perhatian yang utuh dari kedua orang tuanya.
“Masing-masing pihak harus mau mengalah dan menurunkan ego demi kebaikan anak-anak, agar mereka tetap mendapatkan kasih sayang serta waktu yang seimbang dari ayah maupun ibunya. Prinsip itu yang selalu ditanamkan,” tegas Febby.
Menutup keterangannya, Febby berharap situasi kondusif ini dapat terus dipertahankan tanpa ada hambatan hukum atau perselisihan baru di masa mendatang.
“Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi masalah yang memberatkan. Kasihan anak-anak jika terus menjadi korban. Jika salah satu di antara mereka jatuh, dampaknya akan buruk bagi semua. Semoga semuanya tetap berjalan baik,” pungkasnya.
