KALBARAYA, MANAMA – Raksasa teknologi Amazon Web Services (AWS) mengonfirmasi adanya disrupsi pada pusat data (data center) miliknya di Bahrain, Senin (23/3/2026). Gangguan ini dipicu oleh aktivitas drone di kawasan Timur Tengah yang saat ini tengah dilanda peningkatan tensi konflik.
Insiden ini menandai gangguan infrastruktur digital kedua yang dialami AWS di wilayah tersebut dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Meski mengakui adanya aktivitas pesawat tanpa awak, pihak Amazon belum memberikan rincian apakah fasilitas mereka menjadi target serangan langsung atau sekadar terdampak dari eskalasi militer di area sekitar lokasi.
Langkah Mitigasi: Migrasi Beban Kerja ke Regional Lain
Hingga berita ini diturunkan, Amazon belum merilis laporan resmi mengenai skala kerusakan fisik maupun estimasi waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan layanan secara penuh. Sebagai langkah darurat, AWS mulai melakukan relokasi beban kerja komputasi pelanggan ke regional AWS lain guna menjamin kontinuitas layanan digital global.
“Seiring perkembangan situasi, kami mengimbau para mitra dan pelanggan yang memiliki operasional di wilayah terdampak untuk segera memigrasikan beban kerja mereka ke lokasi alternatif,” tulis pernyataan resmi Amazon yang dikutip dari Reuters.
Langkah mitigasi ini menjadi krusial mengingat AWS merupakan tulang punggung bagi berbagai platform situs populer hingga sistem administrasi pemerintahan di berbagai negara.
Risiko Geopolitik Terhadap Infrastruktur Digital
Rentetan gangguan ini mempertegas kerentanan infrastruktur teknologi terhadap risiko geopolitik global. Sebelumnya, pada awal Maret 2026, AWS juga melaporkan pemadaman listrik masif di fasilitas mereka di Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) akibat aktivitas militer.
Insiden di UEA tercatat sebagai salah satu momen langka di mana infrastruktur fisik perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat terdampak langsung oleh konflik bersenjata. Pada serangan sebelumnya, perusahaan mengungkapkan adanya kerusakan struktural yang signifikan, termasuk:
- Gangguan Pasokan Listrik: Terputusnya aliran daya utama ke server.
- Kerusakan Infrastruktur: Benturan fisik yang merusak bangunan data center.
- Efek Samping Sistem Keamanan: Aktivasi sistem pemadam kebakaran otomatis yang justru memicu kerusakan perangkat akibat paparan air.