KALBARAYA, JAKARTA — Nama Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, belakangan ini menjadi sorotan publik menyusul kebijakan pengangkatan kedua anaknya sebagai tenaga ahli di lingkungan kementeriannya. Di balik perbincangan hangat tersebut, tokoh berlatar belakang kuat ini memiliki rekam jejak panjang yang membentang dari dunia kepesantrenan, korporasi, hingga kancah politik nasional.

Lahir di Jombang, Jawa Timur, pada tahun 1962, Gus Irfan tumbuh di tengah ekosistem tradisi pesantren serta lingkaran utama Nahdlatul Ulama (NU). Ia merupakan putra dari pasangan KH Yusuf Hasyim—tokoh NU sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng—dan Nyai Hj Aisyah Baidlowi. Dari garis keturunan ayah, ia adalah cucu langsung dari pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari. Lingkungan ini menjadikan Pondok Pesantren Tebuireng sebagai fondasi utama dalam perjalanan hidup dan pembentukan karakter organisasinya.

Rekam Jejak Pendidikan

Gus Irfan merampungkan pendidikan dasar hingga menengahnya di Jombang, termasuk menamatkan sekolah di SMPP Jombang (kini SMAN 2 Jombang) pada tahun 1981. Ia kemudian melanjutkan studi jenjang strata satu (S1) di Universitas Brawijaya, Malang, mengambil bidang Administrasi Niaga dan lulus pada 1985.

Konsistensinya dalam dunia akademis terus berlanjut tatkala ia merampungkan gelar magister di universitas yang sama pada tahun 2002. Dua dekade berselang, tepatnya pada 24 Februari 2025, ia sukses meraih gelar doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Karier Pesantren, Korporasi, dan Organisasi

Karier profesional dan sosial Gus Irfan sangat lekat dengan dunia pendidikan islam dan pengelolaan lembaga keuangan mikro:

  • Pengabdian di Pesantren: Ia mengawali posisi strategis sebagai Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng (1989–2006) serta diamanahi sebagai Wakil Pengasuh Tebuireng pada periode 2013–2016.
  • Sektor Keuangan & Akademik: Di luar lingkungan pesantren, ia berkecimpung di dunia perbankan sebagai Komisaris Utama PT BPR Tebuireng (1996–2016) dan sempat mengabdikan diri sebagai pengajar di Akademi Keperawatan Widyagama Malang (2011–2016).
  • Keaktifan di NU: Dedikasinya di organisasi keagamaan ditunjukkan melalui posisinya sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) serta Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Jawa Timur (2014–2017).

Kiprah Politik

Lintasan karier politik Gus Irfan berlabuh di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pada tahun 2021, ia menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra sekaligus memimpin Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA), sayap organisasi partai tersebut. Namanya kian mencuat di kancah nasional ketika dipercaya mengemban tugas sebagai juru bicara tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada ajang Pemilihan Presiden 2019.

By APZ APZ