KALBARAYA, PONTIANAK – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalimantan Barat memanfaatkan momentum Ramadan 1447 H untuk memperkuat struktur internal. Melalui agenda buka puasa bersama dan diskusi politik bertajuk “Menguatkan Silaturahmi, Meneguhkan Perubahan”, partai besutan Surya Paloh ini mulai menyusun strategi pemenangan untuk pemilu mendatang, Jumat (27/2/2026).

Acara yang dipusatkan di Kantor DPW NasDem Kalbar tersebut dihadiri oleh jajaran tokoh kunci, di antaranya Ketua DPW Syarief Abdullah Alkadrie dan Ketua Dewan Pertimbangan DPW Sutarmidji. Turut hadir deretan kepala daerah serta legislator NasDem dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Ramadan Sebagai Kawah Candradimuka Kader

Ketua DPW NasDem Kalbar, Syarief Abdullah Alkadrie, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Baginya, Ramadan adalah fase pendidikan bagi kader untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan pengendalian diri dalam menjalankan tugas publik.

“Ramadan harus menjadi momentum bagi setiap kader, baik di legislatif maupun eksekutif, untuk mengimplementasikan nilai-nilai integritas dalam melayani masyarakat. Ini lebih dari sekadar menahan lapar, tapi soal komitmen hadir di tengah rakyat,” ujar Syarief.

Selain konsolidasi, acara ini juga diwarnai dengan aksi kemanusiaan. DPW NasDem Kalbar mengundang ratusan anak yatim dari berbagai panti asuhan untuk diberikan tali asih sebagai wujud kepedulian sosial partai di bulan suci.

Bidik Kemenangan di Pemilu 2029

Dalam diskusi politik yang digelar, Syarief secara terbuka menyinggung target besar partai pada kontestasi politik 2029. NasDem Kalbar menyatakan optimisme tinggi untuk meningkatkan capaian elektoral dan keluar sebagai pemenang di wilayah tersebut.

“Target kami jelas: menjadi pemenang. Strategi yang kami siapkan adalah memperkuat konsolidasi struktur hingga akar rumput, memperluas jaringan, dan menghadirkan program kerja yang berdampak langsung pada masyarakat,” tegas legislator DPR RI tersebut.

Ia juga berpesan agar seluruh kader tetap inovatif dan aktif bergerak meskipun di tengah tantangan efisiensi anggaran negara. Menurutnya, ikatan emosional yang dibangun melalui kedekatan dan kepedulian nyata akan menjadi modal politik yang jauh lebih kuat di masa depan.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *