BPBD Sanggau saat monitoring banjir yang memutus akses jalur lintas negara di Jalan Malindo, Kecamatan Sekayam pada Sabtu, 10 Januari 2026. Foto: RRI/Okto Ferandi

KALBARAYA, SANGGAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau bergerak cepat melakukan asesmen dan pemantauan intensif di sejumlah titik banjir yang merendam wilayah perbatasan pada Sabtu (10/1/2026). Monitoring ini difokuskan untuk memetakan dampak luapan air terhadap pemukiman warga serta memastikan kelancaran jalur transportasi logistik.

Kepala BPBD Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat telah diterjunkan ke empat kecamatan terdampak, yakni Entikong, Sekayam, Beduai, dan Noyan.

“Hari ini personel kami menyisir beberapa lokasi untuk melakukan asesmen langsung sekaligus mendata warga yang terdampak banjir kiriman ini,” ujar Budi saat ditemui di wilayah Sekayam.

Kondisi Jalur Internasional dan Status Terkini Banjir sempat memicu hambatan serius pada akses transportasi darat. Di Kecamatan Sekayam, antrean panjang kendaraan sempat terjadi di ruas jalan nasional yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia akibat genangan air yang menutupi badan jalan.

Namun, memasuki Sabtu pagi, debit air dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan.

  • Kecamatan Sekayam: Air mulai menyusut sejak pukul 10.00 WIB dan kendaraan mulai bisa melintas meski tetap waspada.
  • Kecamatan Entikong: Kondisi air dilaporkan sudah mulai surut secara signifikan.
  • Kecamatan Beduai: Ditemukan titik genangan baru di Desa Bereng Berkawat yang kini dalam pemantauan tim lapangan.

Ratusan KK Terdampak di Entikong

Berdasarkan data awal yang dihimpun BPBD, wilayah Entikong menjadi salah satu titik dengan populasi terdampak cukup besar. Estimasi sementara menunjukkan sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 500 jiwa terpapar dampak banjir.

“Untuk Entikong datanya sudah masuk, sementara di Sekayam proses validasi data masih terus berjalan. Kami akan segera merilis angka terbaru setelah pendataan di seluruh desa rampung,” tambah Budi.

Waspada Banjir Susulan: Luapan DAS Sekayam Pihak BPBD menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekayam akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu. Sesuai instruksi Bupati Sanggau, Pusdalops-PB telah mengaktifkan posko siaga dan menyiagakan personel di titik-titik rawan.

Masyarakat diimbau untuk tidak lengah meskipun tren air mulai menurun. Mengacu pada prakiraan cuaca BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengintai wilayah Sanggau dalam beberapa hari ke depan.

“Kami meminta warga di sepanjang tepian sungai untuk tetap siaga. Personel kami tetap standby di lokasi untuk mengantisipasi jika terjadi kenaikan debit air sewaktu-waktu,” pungkasnya.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *