KALBARAYA, PONTIANAK – Penyelenggaraan kompetisi bola voli kasta tertinggi nasional, Proliga 2026, yang dipusatkan di GOR Terpadu Ayani, Kota Pontianak, membawa berkah bagi perekonomian lokal. Sejak resmi bergulir pada 8 Januari lalu, ajang ini terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor jasa di Kalimantan Barat.
Masuknya ribuan penonton, atlet, hingga perangkat pertandingan dari luar daerah tidak hanya memeriahkan arena, tetapi juga mendongkrak omzet perdagangan, perhotelan, hingga jasa transportasi.
Antusiasme Tinggi di Stan UMKM Penanggung jawab pengelolaan UMKM di area GOR Terpadu Ayani, Kompol Candra, mengungkapkan bahwa animo pelaku usaha lokal untuk terlibat sangat luar biasa. Meski kapasitas stan terbatas, para pelaku usaha yang berhasil bergabung melaporkan kenaikan pendapatan yang sangat berarti.
“Aktivitas jual-beli di area bazar terpantau sangat padat. Banyak pengunjung yang tidak hanya membeli di tempat, tetapi juga mencatat alamat gerai untuk melakukan transaksi berkelanjutan di kemudian hari,” terang Candra saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/1/2026).
Ajang ini menjadi panggung promosi strategis bagi produk unggulan khas Kalimantan Barat, mulai dari aneka kuliner hingga kerajinan tangan, agar semakin dikenal secara nasional.
Okupansi Hotel Melonjak dan Efek Domino Lapangan Kerja
Dampak nyata dari gelaran Proliga 2026 juga dirasakan oleh industri akomodasi. Tingkat hunian hotel di Pontianak dilaporkan mengalami kenaikan signifikan seiring datangnya tim-tim voli papan atas beserta pendukungnya. Selain itu, terciptanya lapangan kerja temporer bagi penyedia jasa transportasi dan kuliner turut menambah nilai positif bagi masyarakat.
Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Bambang Suharyono, menilai kesuksesan event nasional ini mencerminkan kemajuan daerah dari berbagai aspek.
“Polda Kalbar bangga melihat Proliga 2026 mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi warga Pontianak. Kami berkomitmen penuh untuk menjaga aspek keamanan dan kenyamanan, baik bagi masyarakat yang ingin berbelanja di area UMKM maupun para suporter di dalam GOR,” tegas Bambang.
Poin Utama Dampak Proliga 2026 di Pontianak:
- Sektor Perdagangan: Peningkatan volume penjualan kuliner dan suvenir di area bazar.
- Sektor Jasa: Lonjakan okupansi hotel dan permintaan jasa transportasi lokal.
- Promosi Daerah: Penguatan citra produk lokal Kalbar di mata wisatawan nusantara.
- Keamanan: Sinergi aparat dalam memastikan kelancaran kegiatan demi kenyamanan publik.
Penyelenggaraan Proliga tahun ini membuktikan bahwa integrasi antara olahraga prestasi dan pengembangan ekonomi kerakyatan dapat menjadi model percepatan pembangunan daerah.
