KALBARAYA, JAKARTA – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 71 orang. Data pemutakhiran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya tambahan satu korban jiwa dari wilayah Kabupaten Nagekeo.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengonfirmasi penambahan tersebut dalam jumpa pers daring pada Rabu (19/8/2026).

“Terdapat penambahan satu korban meninggal dunia, sehingga total korban jiwa saat ini mencapai 71 orang, dengan kasus terbaru tercatat di Kabupaten Nagekeo,” ujar Berton.

Mewakili pemerintah pusat dan kementerian/lembaga terkait, Berton menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan maupun warga yang kini menghuni posko pengungsian.

Puluhan Ribu Warga Memilih Bertahan di Pengungsian Selain merenggut puluhan nyawa, ancaman gempa susulan serta kerusakan fisik bangunan membuat 59.647 warga terpaksa mengungsi. Banyak penyintas memilih belum kembali ke kediaman mereka demi alasan keselamatan.

Sebaran pengungsi terbanyak terpusat di dua wilayah utama:

  • Kabupaten Manggarai: 20.103 orang
  • Kabupaten Manggarai Barat: 19.345 orang

Fokus Pemenuhan Logistik dan Kelompok Rentan BNPB memastikan bahwa pemenuhan fasilitas dan kebutuhan dasar di seluruh titik pengungsian terus berjalan secara optimal. Penanganan darurat mencakup ketersediaan bahan pangan, air bersih, tenda darurat, matras, selimut, layanan kesehatan, hingga sanitasi.

Selain kebutuhan umum, penanganan khusus juga diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *