KALBARAYA, DAMASKUS – Stabilitas gencatan senjata di Suriah berada di ambang kerapuhan setelah pemerintah pusat melayangkan tudingan serius terhadap Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Otoritas Damaskus menyebut kelompok pimpinan Kurdi tersebut telah melanggar kesepakatan damai menyusul serangan yang menewaskan sedikitnya tujuh personel militer Suriah di Provinsi Hasaka.
Kementerian Pertahanan Suriah mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah “eskalasi berbahaya”. Menurut pernyataan resmi pemerintah, serangan terjadi melalui drone yang menargetkan sebuah pabrik senjata yang tengah diamankan oleh pasukan reguler. Ledakan besar di lokasi tersebut dilaporkan menjadi penyebab gugurnya para tentara.
SDF Bantah Tuduhan, Klaim Tetap Setia pada Perjanjian
Menanggapi tudingan tersebut, pihak SDF segera mengeluarkan bantahan. Mereka menepis keterlibatan dalam ledakan di pabrik senjata tersebut dan justru membalikkan keadaan dengan menuduh pihak pemerintah telah melakukan rentetan provokasi sejak gencatan senjata dideklarasikan.
Meskipun terjadi ketegangan, pimpinan SDF menegaskan bahwa pihaknya masih memegang teguh komitmen terhadap kesepakatan damai yang baru saja disepakati pada hari Minggu lalu.
Dinamika Pengambilalihan Kamp Al-Hol
Insiden ini terjadi tepat saat proses transisi kekuasaan di wilayah timur laut sedang berlangsung. Berdasarkan kesepakatan antara Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dan pimpinan SDF Mazloum Abdi, pemerintah pusat kini mulai mengambil alih tanggung jawab atas pengelolaan tahanan ISIS.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa militer Suriah mulai memasuki Kamp Al-Hol, sebuah kawasan luas yang menampung puluhan ribu kerabat terduga militan ISIS, setelah pasukan Kurdi mulai menarik diri dari lokasi tersebut pada Rabu (21/1/2026).
Isu pengelolaan tahanan ini menjadi krusial mengingat terdapat ribuan ekstremis, termasuk warga negara asing, yang ditahan di fasilitas-fasilitas di timur laut Suriah. Ketegangan terbaru ini dikhawatirkan dapat menghambat proses integrasi administrasi Kurdi ke dalam struktur negara Suriah yang tengah diupayakan dalam perjanjian damai tersebut.
