Foto: Reuters

KALBARAYA, WASHINGTON D.C. – Pemerintah Amerika Serikat secara resmi merampungkan proses pengunduran diri dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis waktu setempat. Langkah ini mengukuhkan janji kampanye Presiden Donald Trump yang sejak lama mengkritik efektivitas lembaga kesehatan di bawah naungan PBB tersebut.

Keputusan drastis ini dipicu oleh penilaian Washington bahwa WHO telah gagal total dalam memitigasi pandemi global serta dinilai kurang transparan dalam melakukan reformasi internal. Gedung Putih juga menuding organisasi yang bermarkas di Jenewa itu terlalu rentan terhadap intervensi politik dari negara-negara anggota tertentu.

Efek Domino Kebijakan Multilateral Trump

Selain meninggalkan meja WHO, Presiden Trump juga mengulangi langkah kontroversialnya pada periode pertama dengan menarik AS keluar dari Kesepakatan Paris terkait perubahan iklim. Sebagaimana dilaporkan Kyodo, perintah penarikan diri ini merupakan salah satu instruksi pertama yang dikeluarkan Trump sesaat setelah pelantikannya pada 20 Januari 2026.

Mundurnya Amerika Serikat diprediksi akan mengubah peta kebijakan kesehatan dan lingkungan global. Selama ini, Washington merupakan penyokong dana terbesar yang memegang peranan vital dalam pengendalian penyakit menular di tingkat internasional.

Dalam setahun terakhir, keterlibatan AS dengan WHO memang terus menyusut. Aliran dana telah dihentikan, personel ditarik, dan berbagai program kerja sama kesehatan dialihkan menjadi kemitraan bilateral dengan negara lain secara langsung.

Tersandung Tunggakan Iuran Rp4 Triliun

Meski proses penarikan diri telah diumumkan, prosedur formal di internal WHO masih menyisakan ganjalan finansial. Melansir data dari Antara, pihak WHO mencatat bahwa Amerika Serikat masih memiliki tunggakan iuran keanggotaan untuk tahun fiskal 2024 dan 2025.

Total kewajiban yang belum dilunasi mencapai 260 juta dolar AS (sekitar Rp4,1 triliun). WHO menegaskan bahwa keabsahan pengunduran diri sebuah negara anggota sangat bergantung pada pemenuhan kewajiban administratif dan finansial sesuai statuta organisasi.

Persoalan status keanggotaan AS ini dijadwalkan akan menjadi agenda pembahasan utama dalam rapat tahunan WHO pada Februari mendatang. Jika tunggakan tersebut belum diselesaikan, proses transisi keluar dari organisasi tersebut kemungkinan akan menghadapi hambatan birokrasi yang lebih panjang.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *