KALBARAYA, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons terkait fluktuasi nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan cukup dalam pada perdagangan Selasa (12/5). Berdasarkan data pasar pukul 10.18 WIB, mata uang Garuda terpantau melemah 103 poin hingga menyentuh level Rp17.517 per dolar AS.

Purbaya menyatakan bahwa otoritas utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar berada di tangan Bank Indonesia (BI). Namun, pemerintah dipastikan tidak tinggal diam dan siap mengambil langkah proaktif untuk mendukung penguatan rupiah.

“Mulai besok kami akan mulai membantu BI. Langkah strategisnya adalah pemerintah akan masuk ke bond market (pasar obligasi),” ujar Purbaya saat ditemui usai agenda pelantikan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5).

Aktifkan ‘Establishment Fund’ untuk Jaga Yield

Purbaya menjelaskan bahwa intervensi pemerintah akan dilakukan melalui pemanfaatan establishment fund yang menyasar sejumlah instrumen keuangan domestik. Strategi ini bertujuan untuk mengendalikan tingkat imbal hasil (yield) surat utang negara agar tidak melonjak terlalu tinggi.

Tingginya yield obligasi dipandang berisiko memicu sentimen negatif bagi investor global. “Kita intervensi pasar obligasi agar yield-nya terkendali. Jika yield naik terlalu tinggi, investor asing yang memegang obligasi kita akan mengalami capital loss. Kondisi ini bisa memicu aliran modal keluar (outflow),” paparnya.

Dengan menjaga stabilitas di pasar obligasi, Menkeu berharap para investor tetap bertahan atau bahkan kembali meningkatkan portofolionya di Indonesia, yang pada gilirannya akan memberikan dukungan bagi penguatan nilai tukar rupiah.

Mekanisme Mirip ‘Buyback’

Lebih lanjut, Purbaya mengonfirmasi bahwa mekanisme yang akan ditempuh pemerintah memiliki kemiripan dengan aksi pembelian kembali atau buyback obligasi. Langkah ini diambil untuk memastikan kepercayaan pasar tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

“Kita kendalikan agar asing tidak keluar, atau justru masuk kembali jika yield membaik. Semacam aksi buyback itulah mekanismenya,” tambah Purbaya.

Daya Tahan Fiskal Masih Aman

Terkait dampaknya terhadap postur anggaran negara, Menkeu menegaskan bahwa kondisi fiskal nasional masih dalam kategori aman. Ia mengungkapkan bahwa dalam proses penyusunan APBN, pemerintah telah melakukan simulasi dan menggunakan asumsi nilai tukar yang berada di atas target resmi guna mengantisipasi volatilitas pasar.

“Secara fiskal masih aman, karena asumsi (nilai tukar) yang kita gunakan memang sudah di atas target resmi APBN,” pungkasnya.

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *