KALBARAYA, BANDAR LAMPUNG – Kabut duka menyelimuti kepolisian Lampung setelah Bripka (Anumerta) Arya Supena gugur dalam tugas. Anggota Ditintelkam Polda Lampung tersebut tewas ditembak saat berupaya menggagalkan aksi pencurian sepeda motor di Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung, pada Sabtu (9/5).
Nuraini, pemilik motor yang menjadi target pelaku, menceritakan kembali momen dramatis yang merenggut nyawa sang polisi pemberani tersebut.

Kronologi Kejadian: Teriakan dan Bunyi Letusan
Peristiwa bermula saat fajar menyingsing, sekitar pukul 05.20 WIB. Nuraini baru saja tiba di tempat kerjanya untuk mempersiapkan pembukaan toko bersama rekan sejawatnya.
“Sekitar pukul 05.30 WIB, saat kami sedang mengecek pesanan dan menyiapkan stok barang, tiba-tiba terdengar teriakan dari arah luar,” ujar Nuraini saat memberikan keterangan, Minggu (10/5).
Suasana yang awalnya tenang seketika pecah saat suara teriakan itu disusul oleh dentuman keras satu kali. Awalnya, Nuraini dan rekan-rekannya mengira suara tersebut berasal dari ban meledak atau benda jatuh. Namun, saat mereka bergegas keluar untuk memeriksa, pemandangan memilukan tersaji di depan mata.
Korban Terkapar dengan Luka Parah
Nuraini mendapati Bripka Arya Supena sudah dalam posisi tergeletak di aspal dengan kondisi yang sangat kritis. “Kondisinya sudah luka parah di bagian kepala dan mengeluarkan banyak darah,” ungkapnya dengan nada bergetar.
Melihat kejadian tersebut, pihak toko segera menghubungi layanan ambulans untuk memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya jajaran kepolisian tiba di lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Modus Pelaku: Kunci Magnet Sudah Terbuka
Meski pelaku berhasil melarikan diri setelah melepaskan tembakan maut, aksi pencurian tersebut gagal total. Nuraini menemukan bahwa sepeda motor Honda Beat Deluxe hitam miliknya sudah hampir berpindah tangan.
Di lokasi kejadian, ditemukan barang bukti berupa kunci leter T yang tertinggal. “Bagian penutup magnet kunci motor saya sudah terbuka setengah. Pelaku sepertinya buru-buru kabur setelah menembak,” jelas Nuraini.
Penghormatan Terakhir untuk Sang Pahlawan
Keberanian Bripka Arya yang rela mempertaruhkan nyawa demi mengamankan harta benda warga sipil menyisakan rasa haru sekaligus duka mendalam bagi Nuraini. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas pengorbanan almarhum.
“Saya sangat berterima kasih karena beliau telah menggagalkan pencurian motor saya. Saya berdoa semoga Bapak ditempatkan di surga dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku yang telah mengidentifikasi identitasnya. Karangan bunga ucapan belasungkawa pun terus membanjiri lokasi kejadian sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi tinggi Bripka (Anumerta) Arya Supena.
