ILUSTRASI

KALBARAYA, WAMENA – Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Papua Pegunungan resmi memulai operasional 14 titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini menjadi tonggak sejarah dalam upaya pemenuhan standar gizi bagi anak-anak di wilayah pegunungan tengah Papua.

Program ini merupakan implementasi dari visi strategis Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menciptakan “Generasi Emas” pada tahun 2045.

Sebaran Titik Pelayanan di Tiga Kabupaten

Hingga saat ini, 14 dapur MBG telah aktif menyuplai makanan sehat di tiga kabupaten kunci. Penempatan ini dilakukan guna memastikan distribusi gizi menjangkau area yang paling membutuhkan secara efektif.

Berikut adalah rincian sebaran unit dapur MBG di Papua Pegunungan:

  • Kabupaten Lanny Jaya: 6 Unit Dapur
  • Kabupaten Jayawijaya: 6 Unit Dapur
  • Kabupaten Yahukimo: 2 Unit Dapur

Koordinator Regional BGN Papua Pegunungan, Wahyu Adi Pratama, menjelaskan bahwa kehadiran dapur-dapur ini berfungsi sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang krusial bagi tumbuh kembang fisik dan kecerdasan anak-anak di daerah tersebut.

Sinergi Lintas Sektor untuk Percepatan SPPG

Kesuksesan operasional ini tidak lepas dari koordinasi intensif antara BGN dengan pemerintah daerah setempat. Wahyu menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan para kepala daerah di delapan kabupaten serta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

“Kami aktif berdialog dengan Gubernur hingga jajaran Bupati untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur SPPG tambahan. Sinergi ini adalah kunci agar cakupan program MBG semakin luas,” tutur Wahyu.

Dukungan kuat juga mengalir dari Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Melalui kepemimpinan Velix V. Wanggai, proses implementasi program ini mendapatkan jalur percepatan agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat akar rumput.

Investasi Jangka Panjang bagi Masa Depan Bangsa

Bagi Pemerintah, program MBG bukan sekadar kegiatan bagi-bagi makanan, melainkan investasi strategis dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetitif. Melalui asupan protein dan nutrisi yang seimbang sejak dini, diharapkan anak-anak Papua Pegunungan dapat tumbuh sehat dan siap bersaing di masa depan.

“Harapan kami, program ini terus berlanjut secara konsisten. Kita ingin memastikan negara hadir di setiap piring makanan anak-anak kita, demi melahirkan generasi yang berkualitas tinggi dari ufuk timur Indonesia,” pungkas Wahyu.

Dengan operasional 14 dapur perdana ini, Papua Pegunungan kini bersiap menjadi salah satu pilar utama dalam menyongsong kemandirian gizi nasional menuju Indonesia Maju 2045.

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *