Wakil Koordinator KontraS, Andri Yunus.

KALBARAYA, JAKARTA – Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah menjadi korban serangan air keras. Tim medis melaporkan adanya cedera serius berupa kebocoran pada bola mata kanan korban yang memerlukan penanganan bedah tingkat tinggi.

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, mengungkapkan bahwa pemantauan ketat terus dilakukan oleh kolaborasi tim dokter spesialis, mulai dari ahli oftalmologi (mata) hingga bedah plastik.

Operasi Ketiga: Upaya Penambalan Kornea yang Menipis

Pada Sabtu (28/3/2026), Andrie telah menjalani prosedur operasi mata kanan untuk ketiga kalinya. Langkah medis ini difokuskan untuk mengatasi penipisan kornea dan kebocoran dinding bola mata yang ditemukan selama proses pembedahan.

“Tim medis melakukan tindakan penambalan menggunakan jaringan tubuh pasien sendiri. Hal ini krusial untuk mempertahankan struktur bola mata yang terdampak zat kimia berbahaya tersebut,” jelas Yoga Nara dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026).

Sebagai bagian dari pemulihan, kelopak mata kanan pasien terpaksa dijahit tutup sementara. Prosedur ini bertujuan melindungi bola mata selama fase regenerasi jaringan yang diprediksi memakan waktu sekitar empat bulan sebelum evaluasi lanjutan dilakukan.

Perkembangan Positif Pencangkokan Kulit Wajah dan Tubuh

Meski kondisi mata masih dalam tahap kritis, luka bakar akibat air keras di bagian tubuh lainnya mulai menunjukkan tren pemulihan yang positif. Area wajah, dada, leher, hingga lengan dilaporkan telah mulai tertutup oleh jaringan kulit baru hasil proses pencangkokan (skin graft).

“Sebagian besar luka sudah tertutup jaringan baru. Namun, masih ada sisa kulit mati di bagian leher belakang yang dijadwalkan untuk dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit dalam sepekan ke depan,” tambah Yoga.

Stabilitas Psikologis dan Pendampingan Trauma

Di tengah luka fisik yang berat, pihak rumah sakit menyatakan bahwa kondisi psikologis Andrie Yunus saat ini cenderung stabil. Mengingat jenis serangan yang bersifat traumatis, tim medis memberikan pendampingan psikologis berkelanjutan untuk menjaga mental pasien selama masa perawatan panjang.

Pihak RSCM menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan medis profesional dan meminta masyarakat untuk memberikan ruang serta kepercayaan penuh kepada tim dokter dalam menangani kasus ini.

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *