KALBARAYA, JAKARTA – Penyidikan kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi terhadap seorang petugas keamanan (satpam) berinisial AH (39) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kepolisian Daerah Metro Jaya melaporkan penangkapan satu tersangka baru yang diduga berperan sebagai penadah barang-barang milik korban.
Kasubdit Penmas Biddhumas Polda Metro Jaya, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini total tiga orang telah dijebloskan ke sel tahanan terkait perkara tersebut.
Peran Tersangka: Dari Eksekutor Hingga Penadah
Dua tersangka utama yang dituding sebagai dalang pembunuhan, yakni ANC dan S, telah lebih dahulu diringkus petugas. Sementara itu, tersangka ketiga berinisial A ditangkap karena diduga kuat menampung barang hasil kejahatan yang dirampas dari tangan korban.
“Penyidik telah mengamankan dua tersangka utama berinisial ANC dan S. Selain itu, pria berinisial A juga diamankan atas dugaan perannya sebagai penadah barang curian milik almarhum,” ujar Kompol Andaru dalam keterangan resminya, Rabu (1/4/2026).
Pelacakan Aset: Ponsel dan Motor Korban Dijual via COD
Berdasarkan hasil pendalaman, para tersangka diketahui langsung melego aset milik korban sesaat setelah aksi pembunuhan terjadi. Berikut adalah rincian transaksi barang rampasan tersebut:
- Ponsel Korban: Terjual melalui sistem Cash on Delivery (COD) di media sosial seharga Rp450 ribu pada 22 Maret 2026.
- Motor Honda Vario: Dilepas ke pembeli dengan harga Rp2,3 juta.
- Motor Honda Beat: Dijual seharga Rp1,85 juta, di mana pembayarannya dilakukan melalui transfer ke dompet digital milik salah satu tersangka.
Pihak kepolisian saat ini masih menelusuri aliran dana hasil penjualan tersebut untuk mengetahui apakah digunakan untuk melarikan diri atau keperluan lainnya.
Temuan Mengerikan: Potongan Tubuh Tersebar di Dua Titik
Jejak kekejaman para pelaku terendus setelah potongan tubuh korban ditemukan di wilayah Kabupaten Bogor pada Minggu (29/3/2026). Penemuan pertama berupa bagian tangan dan kaki yang terbungkus plastik merah ditemukan di area kebun bambu, Desa Selawangi, Kecamatan Cariu.
Hanya berselang beberapa jam, petugas kembali menemukan potongan paha bagian atas di tumpukan sampah yang berjarak sekitar dua kilometer dari titik lokasi pertama.
“Potongan tubuh korban ditemukan terpisah di dua titik yang berbeda. Tim forensik telah mengidentifikasi bahwa bagian-bagian tersebut identik dengan sosok AH,” pungkas Andaru.
