Warga mengamati rumah rusak terdampak gempa magnitudo 7,6 di Kelurahan Gambesi, Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). Gempa bumi yang terjadi pukul 06.48 WIT tersebut berlokasi di koordinat 1.21 lintang utara dan 126.25 bujur timur pada kedalaman 18 km di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara tersebut mengakibatkan bangunan rumah warga di Kelurahan Gambesi Ternate mengalami kerusakan ringan. ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa. (Andri Saputra)

KALBARAYA, MANADO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya aktivitas seismik yang tinggi di wilayah Sulawesi Utara pasca-gempa utama. Hingga Kamis (2/4/2026) siang pukul 12.00 WITA, tercatat sebanyak 93 rentetan gempa susulan (aftershocks) mengguncang kawasan tersebut dengan kekuatan yang bervariasi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa magnitudo gempa susulan yang terpantau berada di rentang 2,8 hingga 5,8. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Sulawesi Utara.

Prediksi Durasi dan Intensitas Getaran

Pihak BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap frekuensi pergerakan lempeng di lokasi terdampak. Faisal menyebutkan bahwa tren gempa susulan umumnya berlangsung dalam waktu satu hingga dua hari, namun tidak menutup kemungkinan aktivitas ini bertahan hingga dua pekan.

“Kami terus memantau frekuensinya. Biasanya tren ini terlihat jelas setelah satu atau dua hari. Kami akan pelajari apakah aktivitas ini akan melandai dalam satu minggu atau justru berlanjut hingga dua minggu, tergantung pada situasi tektonik di sana,” ujar Faisal, Kamis (2/4/2026).

Mengenai dampak guncangan, BMKG mencatat intensitas tertinggi mencapai skala 5 hingga 6 MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata oleh hampir semua penduduk, memicu kepanikan warga untuk keluar rumah, hingga menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan seperti plester dinding yang rontok.

Wilayah Terdampak dan Dampak pada Gunung Api

Getaran dengan intensitas signifikan dilaporkan terasa di Kota Ternate dan Kota Manado. Sementara itu, getaran dengan skala lebih ringan (2 hingga 3 MMI) dirasakan di beberapa wilayah lain, meliputi:

  • Gorontalo dan Gorontalo Utara
  • Bone Bolango
  • Bone Selatan
  • Pohuwato

Selain aktivitas tektonik, BMKG juga memberikan peringatan terkait kondisi vulkanologi di Maluku Utara. Pergeseran lempeng pada gempa pagi ini dilaporkan telah memicu respons pada sejumlah gunung api aktif di wilayah tersebut.

Imbauan Resmi untuk Masyarakat

Menanggapi situasi yang masih dinamis, BMKG meminta warga untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi kerusakan bangunan akibat gempa susulan. Masyarakat diharapkan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

“Kami sangat mengimbau masyarakat agar hanya mempercayai dan memastikan informasi resmi yang bersumber langsung dari kanal komunikasi BMKG,” tegas Faisal.

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *