KALBARAYA, ENTIKONG – Kondisi kebersihan di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, mulai terganggu. Hal ini menyusul aksi mogok kerja yang dilakukan oleh puluhan petugas cleaning service dan gardener (petugas taman) pada Rabu (11/3/2026). Aksi ini dipicu oleh keterlambatan pembayaran upah untuk periode Februari 2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah mulai terlihat di beberapa titik krusial, termasuk area Pasar Baru Entikong. Tercatat sebanyak 28 petugas kebersihan dan 16 petugas taman memilih menghentikan aktivitas pelayanan mereka sebagai bentuk protes.

Dampak Peralihan Pengelolaan ke Pihak Ketiga

Kepala Bidang Keamanan dan Kebersihan PLBN Entikong, Fanji Hermansyah, mengonfirmasi bahwa kendala penggajian ini berkaitan dengan perubahan sistem manajemen. Saat ini, pengelolaan tenaga kerja di kawasan tersebut telah dialihkan kepada perusahaan pihak ketiga (vendor).

“Proses penggajian sekarang menjadi tanggung jawab pihak ketiga. Kami di PLBN tidak memiliki kewenangan langsung karena komunikasi perusahaan dilakukan melalui koordinator lapangan,” jelas Fanji saat memberikan keterangan di kawasan PLBN Entikong.

Meskipun komunikasi teknis dilakukan melalui koordinator pekerja, pihak otoritas PLBN tetap berupaya melakukan mediasi agar para pekerja bersedia kembali bertugas demi menjaga citra gerbang negara. “Kami mendapat informasi bahwa pembayaran akan segera cair hari ini, mengingat di beberapa PLBN lainnya upah sudah dibayarkan,” tambahnya.

Dilema Pekerja di Bulan Ramadan

Aksi mogok ini terasa kian pelik karena terjadi di tengah bulan suci Ramadan. Para pekerja mengeluhkan ketidakpastian upah di saat kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri mulai meningkat.

“Kami hanya menuntut hak kami untuk menghidupi keluarga. Apalagi saat ini bulan puasa dan mendekati Lebaran, kebutuhan tentu bertambah,” ujar Ismail, salah satu perwakilan pekerja yang menyuarakan aspirasi rekan-rekannya.

Sebagai salah satu pintu perbatasan utama antara Indonesia dan Malaysia, kebersihan PLBN Entikong menjadi hal yang sangat vital. Jika aksi ini terus berlanjut, dikhawatirkan kenyamanan pelintas batas akan terganggu secara signifikan.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *