KALBARAYA, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas suksesnya puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU dalam hitungan kalender Masehi. Acara yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (31/1/2026) ini dihadiri oleh ribuan perwakilan pengurus dari seluruh penjuru Indonesia.

Di hadapan para delegasi PWNU dan PCNU, Gus Yahya menyebut bahwa keberhasilan acara ini merupakan simbol ketangguhan organisasi di tengah berbagai tantangan yang muncul menjelang pelaksanaan.

“Alhamdulillah, meski pagi tadi sempat diguyur hujan lebat dan diwarnai dinamika yang tak kalah derasnya, hari ini kita bisa memperingati satu abad Masehi Nahdlatul Ulama dalam semangat persatuan,” ujar Gus Yahya dalam sambutannya.

Mengusung tema ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia’, Gus Yahya menjelaskan bahwa arah gerak NU merupakan refleksi dari kesamaan idealisme dengan visi Proklamasi 1945. Menurutnya, tema yang diputuskan sejak rapat gabungan Agustus 2025 lalu ini bukanlah sekadar slogan.

“Visi Nahdlatul Ulama itu sejalan dan sebangun dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan RI. Fokus utamanya adalah berjuang membangun peradaban manusia yang lebih bermartabat dan mulia,” tegasnya.

Dalam pidato yang bernuansa filosofis, Gus Yahya menggunakan analogi religius Misbah (lampu) dan Misykat (relung tempat lampu) untuk menggambarkan kaitan erat antara organisasi dan negara. Ia menegaskan bahwa NU tidak mungkin bisa menjalankan fungsinya tanpa eksistensi Indonesia.

“Lampu (Misbah) tidak akan bisa menyinari semesta jika tidak ada tempatnya (Misykat). Karena itu, kita tidak bisa berbicara tentang NU tanpa pada saat yang sama bertindak dan memikirkan Indonesia,” imbuh Gus Yahya.

Harlah ke-100 ini menjadi momentum penguatan soliditas bagi para nahdliyin untuk terus mengawal kedaulatan bangsa. Meskipun sempat diterpa berbagai dinamika organisasi, kehadiran perwakilan dari seluruh daerah membuktikan bahwa komitmen NU terhadap keutuhan NKRI tetap kokoh.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *