Pasca-Mundurnya Iman Rachman, Jeffrey Hendrik Resmi Jabat Pelaksana Tugas Dirut Bursa Efek Indonesia
JAKARTA – Teka-teki mengenai kepemimpinan di bursa saham tanah air terjawab sudah. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengonfirmasi penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Penetapan ini dilakukan guna menjaga stabilitas operasional bursa setelah pengunduran diri Iman Rachman.
Konfirmasi tersebut disampaikan Menkeu Purbaya usai menggelar pertemuan strategis di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026) malam. Hal senada juga dipertegas oleh Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menyebut sosok Jeffrey sebagai pimpinan interim otoritas bursa saat ini.
“Iya, Jeffrey (Hendrik) menjadi Plt Dirut BEI,” ujar Purbaya singkat kepada awak media.
Mekanisme Internal dan Transisi Kepemimpinan
Jeffrey Hendrik, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI sejak Juni 2022, menjelaskan bahwa penunjukannya merupakan hasil dari mekanisme internal perusahaan. Pasca-kekosongan kursi Direktur Utama, jajaran direksi segera menggelar rapat pleno yang kemudian mendapatkan restu dari Dewan Komisaris.
Dalam pernyataan perdananya sebagai Plt Dirut, Jeffrey menjamin bahwa masa transisi ini tidak akan mengguncang aktivitas perdagangan di pasar modal.
“Kami memastikan operasional di Bursa Efek Indonesia tetap berjalan normal. Proses pengambilan keputusan oleh manajemen tidak akan terganggu sedikit pun selama masa transisi ini,” tegas Jeffrey dalam konferensi pers tersebut.
Target Global: Pertemuan dengan MSCI dan Standardisasi Bursa
Salah satu tantangan terdekat bagi manajemen baru adalah pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan pada Senin (2/2). Menkeu Purbaya memastikan bahwa Jeffrey akan memimpin langsung delegasi manajemen BEI dalam agenda krusial tersebut.
Jeffrey menambahkan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membawa BEI menuju standar kelas dunia melalui perbaikan tata kelola dan transparansi. Selain mengejar pertumbuhan kapitalisasi pasar, BEI tengah aktif berdialog dengan berbagai penyedia indeks global untuk menyerap ekspektasi investor internasional.
“Kami telah berkomunikasi intensif dengan beberapa Indeks Provider Global. Segala masukan telah kami tampung dan akan segera diimplementasikan guna memberikan kenyamanan serta proteksi maksimal, baik bagi investor domestik maupun global,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pasar dan memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di kancah global di tengah dinamika ekonomi yang sedang berlangsung.
