KALBARAYA, PANGKALPINANG – Nama Kombes Pol. Norul Hidayat, Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kepulauan Bangka Belitung, kini tengah menjadi perbincangan hangat. Integritas dan gaya hidup bersahajanya membawa perwira menengah ini masuk dalam jajaran kandidat Hoegeng Awards 2026, sebuah ajang penghargaan bagi personel Polri yang dinilai teladan dan berdedikasi tinggi.

Sejak menakhodai lembaga pendidikan polisi di Babel, Kombes Norul dikenal tanpa kompromi dalam urusan moralitas dan kedisiplinan. Misi utamanya satu: mencetak personel Polri yang bersih sejak dari akar pendidikan.

Perangi Pungli: “Harga Diri Kita Hilang Jika Bisa Dibeli”

Salah satu terobosan paling mencolok di bawah kepemimpinannya adalah kebijakan “Zero Pungli”. Kombes Norul secara tegas melarang instruktur maupun pengasuh untuk menjadi “jembatan” pemberian uang atau barang dari peserta didik (serdik).

“Beliau sangat menjaga marwah. Dalam setiap apel, beliau selalu menekankan bahwa menerima pemberian dari siswa adalah bentuk pelecehan terhadap wibawa institusi,” ujar Ipda Oktario Wibowo, PS Kaurmin SPN Polda Babel.

Untuk menutup celah pungutan liar, Kombes Norul menerapkan transparansi total. Orang tua siswa diundang secara khusus untuk mendapatkan rincian fasilitas yang diterima anak mereka. Bahkan, ia melarang siswa memegang uang tunai (cash) di lingkungan SPN. Semua transaksi dilakukan melalui sistem perbankan yang terhubung langsung ke ponsel orang tua guna pemantauan real-time.

Sisi Sederhana: Antara Sepatu Boot dan Kebun Ketahanan Pangan

Di balik ketegasannya, sosok Kombes Norul kerap membuat orang salah sangka karena kesederhanaannya. Tak jarang, peserta didik baru mengiranya sebagai petugas kebersihan karena sering terlihat mengenakan baju kaos, celana training, dan sepatu boot saat mengolah lahan kosong di area SPN.

Alih-alih memerintah anak buah, Kombes Norul turun langsung bercocok tanam dan beternak. Ia memanfaatkan limbah kantin untuk mengolah lahan pertanian sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan personel secara mandiri dan halal.

“Beliau tidak punya mobil pribadi, motor pun cuma satu. Ke mana-mana selalu menggunakan kendaraan dinas. Gaya hidupnya jauh dari kata mewah,” tambah Aipda Budi Oktorindo, kolega di SPN Babel.

Pendidik Karakter dan Teladan Ibadah

Sebagai nakhoda lembaga pendidikan, Kombes Norul meyakini bahwa perilaku polisi di lapangan adalah cerminan dari didikan gurunya. Ia menerapkan filosofi Ki Hajar Dewantara—Ing Ngarsa Sung Tuladha—dengan memberikan teladan nyata, termasuk dalam urusan spiritual.

Kombes Norul dikenal sangat disiplin dalam menjaga ibadah para siswanya. Tak hanya menjadi pimpinan, ia kerap bertindak sebagai imam di masjid SPN dan bahkan tak segan membangunkan para siswa untuk melaksanakan salat Tahajud.

“Jika di lembaga pendidikan sudah diajarkan hal yang tidak baik, mereka akan ‘balas dendam’ kepada masyarakat saat bertugas nanti. Itulah mengapa karakter dan moralitas adalah harga mati,” tegas Kombes Norul

By APZ APZ