Pesawat jet pribadi membawa 8 penumpang dan kru jatuh di Bandara Internasional Bangor, Maine, AS, Minggu (25/1) malam waktu setempat (Foto: WABI)

KALBARAYA – Sebuah jet bisnis Bombardier Challenger 650 mengalami kecelakaan fatal saat hendak lepas landas dari Bandara Internasional Bangor, Maine, Amerika Serikat, pada Minggu (25/1/2026) malam. Pesawat yang membawa total delapan orang tersebut dilaporkan terbalik di landasan pacu di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) melaporkan insiden terjadi sekitar pukul 19.45 waktu setempat. Akibat kecelakaan ini, seluruh aktivitas penerbangan di bandara tersebut dihentikan total guna memberikan ruang bagi tim penyelamat.

Kondisi Korban dan Penanganan Darurat

Hingga berita ini diturunkan, rincian mengenai tingkat keparahan cedera yang dialami tiga awak dan lima penumpang belum dirilis secara resmi. Namun, laporan dari CNN menyebutkan bahwa seluruh orang di dalam pesawat telah dievakuasi dan tengah menjalani pemeriksaan medis intensif.

“Tim penyelamat masih bekerja di lokasi kejadian. Kami meminta waktu beberapa jam ke depan sebelum informasi tambahan dapat dipublikasikan,” bunyi pernyataan resmi gabungan dari otoritas Bandara Bangor dan pemerintah kota setempat.

Rekaman Menegangkan: “Pesawat Terbalik!”

Data yang dihimpun dari rekaman komunikasi lalu lintas udara LiveATC.net mengungkap detik-detik mencekam sebelum kecelakaan terjadi. Pilot sempat berdiskusi dengan petugas menara kontrol mengenai terbatasnya jarak pandang dan prosedur de-icing (penghilangan es) akibat badai salju yang melanda wilayah Maine.

Tak lama setelah izin lepas landas diberikan di Landasan Pacu 33, suasana berubah menjadi darurat. “Hentikan semua lalu lintas di lapangan!” teriak seorang pengontrol melalui radio. “Pesawat terbalik. Kita mendapati sebuah pesawat penumpang terbalik di landasan,” lanjut laporan petugas lain dalam rekaman tersebut.

Fokus Penyelidikan: Cuaca Buruk dan Prosedur Teknis

Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) bersama FAA telah menerjunkan tim untuk mengusut penyebab pasti insiden ini. Dugaan awal mengarah pada pengaruh cuaca dingin di bawah titik beku dan tumpukan salju yang mengganggu stabilitas pesawat saat melakukan akselerasi lepas landas.

Berdasarkan data registrasi federal, jet mewah tersebut diketahui milik sebuah perusahaan perseroan terbatas yang berbasis di Houston, Texas. Penyelidik kini tengah meneliti apakah prosedur penghilangan es pada badan pesawat sudah dilakukan sesuai standar sebelum manuver lepas landas dilakukan.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *