Sejumlah bangunan rusak akibat gempa yang sempat mengguncang Kabupaten Sintang, Jumat (23/1). (ISTIMEWA)

KALBARAYA, SINTANG – Guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 mengagetkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Jumat (23/1/2026) siang. Getaran yang terjadi secara mendadak tersebut sempat memicu kepanikan, hingga warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Berdasarkan laporan lapangan, dampak guncangan tersebut telah memicu sejumlah kerusakan infrastruktur fisik. Salah satu yang paling terdampak adalah jembatan rangka baja sepanjang 30 meter di Nanga Tikan, Kecamatan Kayan Hilir, yang dilaporkan mengalami pergeseran struktur. Selain itu, beberapa bangunan rumah dan gereja juga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Laporan Kerusakan: Keramik Pecah hingga Struktur Jembatan Bergeser

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sintang, Benyamin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan awal terkait dampak gempa tersebut. Saat ini, tim BPBD tengah melakukan pendataan intensif di berbagai lokasi terdampak.

“Laporan sementara yang masuk mencatat adanya kerusakan pada dinding keramik rumah warga di Nanga Mau, Kecamatan Kayan Hilir. Kami juga terus memantau laporan mengenai pergeseran jembatan rangka baja di Nanga Tikan,” jelas Benyamin, Jumat sore.

Sejauh ini, BPBD belum menerima informasi adanya korban jiwa. Namun, pemantauan terus diperluas ke berbagai kecamatan guna memastikan keselamatan warga.

Kesaksian Warga: Lemari Bergoyang dan Pintu Terbuka Sendiri

Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh warga, salah satunya Erna, penduduk Menyumbung Tengah. Ia mengaku sempat terkejut saat melihat perabotan di dalam rumahnya bergerak tanpa sebab.

“Awalnya saya kira hanya perasaan saja, ternyata lemari bergoyang kuat dan pintu rumah sampai terbuka sendiri. Beruntung kejadiannya tidak berlangsung lama,” tutur Erna.

Pascagempa, lini masa media sosial dan grup percakapan WhatsApp di Kalimantan Barat langsung dipenuhi laporan warga yang merasakan getaran serupa, termasuk warga di Kabupaten Melawi yang bertetangga dengan Sintang.

Imbauan BPBD: Waspada Gempa Susulan

Pihak BPBD mengimbau masyarakat Sintang untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat adanya potensi gempa susulan, warga disarankan untuk segera menuju area terbuka jika kembali merasakan guncangan.

“Kami meminta warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi (hoax). Jika ada kerusakan baru atau kondisi membahayakan, segera lapor ke petugas terdekat,” tegas Benyamin.

Pendataan menyeluruh masih dilakukan sebagai dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah penanggulangan dan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat fenomena tektonik ini.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *