Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala. Foto : Dok. Ist

KALBARAYA, SINTANG – Sejumlah kawasan pedalaman di Kabupaten Sintang masih terisolasi akibat banjir yang belum juga surut dalam sepekan terakhir. Laporan terkini menunjukkan beberapa desa di Kecamatan Tempunak, Sepauk, hingga Ketungau Hulu terendam genangan air dengan ketinggian bervariasi, yang berdampak langsung pada lumpuhnya akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penanganan bencana yang terukur dan berbasis data aktual di lapangan.

Sinkronisasi Data Lintas Sektor Bupati Bala meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera menyusun laporan komprehensif mengenai kondisi wilayah terdampak. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang diambil harus memiliki dasar hukum dan klasifikasi bencana yang jelas.

“Saya minta OPD teknis menyiapkan laporan tertulis yang didukung data lapangan. Kita harus tentukan bencana ini masuk kategori apa, sehingga langkah penanganan yang diambil tepat sasaran,” ujar Bala dalam rapat koordinasi, Senin (12/1/2026).

Pemetaan ini mencakup pendataan jumlah warga terdampak, tingkat kerusakan infrastruktur publik, hingga rincian kebutuhan logistik mendesak.

Transparansi Kebijakan di Tingkat Desa dan Kecamatan

Bupati menekankan pentingnya komunikasi berjenjang agar pemerintah tingkat desa dan kecamatan memiliki dasar informasi yang kuat saat berhadapan dengan warga. Ia mewanti-wanti jajarannya agar tidak memberikan janji manis tanpa kepastian regulasi.

“Sampaikan fakta apa adanya kepada Camat dan Kepala Desa mengenai apa yang sanggup dan belum sanggup dilakukan oleh Pemkab Sintang. Informasi yang jujur dan sesuai aturan jauh lebih baik daripada janji yang tidak bisa direalisasikan,” tegasnya.

Pembagian Kewenangan Teknis Meskipun memegang pucuk pimpinan daerah, Bala mengingatkan bahwa implementasi penanganan teknis sepenuhnya berada di tangan masing-masing OPD sesuai tugas pokok dan fungsinya. Hal ini dilakukan agar penanganan bencana tidak berjalan secara parsial atau tumpang tindih.

“Secara administratif saya adalah Bupati, namun secara teknis operasional, eksekusinya ada pada OPD yang bersangkutan sesuai wewenang mereka,” pungkas Bala.

Saat ini, Pemkab Sintang terus memantau perkembangan debit air dan menyiagakan personel di titik-titik rawan guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan akibat curah hujan yang fluktuatif.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *