PM Israel Benjamin Netanyahu bersama Presiden AS Donald Trump /DOK FOTO Dan Scavino via Wikimedia Commons

KALBARAYA – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait masa depan pendudukan di Jalur Gaza. Dalam pidatonya di Tepi Barat pada Selasa (23/12/2025), Katz menegaskan bahwa militer Israel tidak akan pernah melakukan penarikan pasukan secara total dari wilayah kantong Palestina tersebut dengan dalih stabilitas keamanan.

Pernyataan ini muncul sebagai sinyalemen baru yang berpotensi mencederai kesepakatan damai bulan Oktober lalu. Padahal, peta jalan damai yang dimediasi Amerika Serikat telah mengamanatkan penarikan pasukan Israel secara bertahap serta larangan pembangunan kembali permukiman sipil di Gaza.

Dalih Keamanan dan Pembentukan Unit Nahal Israel Katz berargumen bahwa keberadaan tentara di dalam Gaza sangat krusial untuk mencegah terulangnya peristiwa serangan lintas batas seperti yang terjadi pada 7 Oktober 2023. Ia menekankan bahwa Israel tidak bisa menggantungkan keamanan warganya kepada pihak lain.

“Kami telah berada jauh di dalam Gaza dan tidak akan pernah meninggalkan seluruh wilayah tersebut. Kehadiran kami di sana adalah untuk memproteksi dan mencegah ancaman masa depan,” ujar Katz sebagaimana dilaporkan oleh CNA.

Lebih lanjut, Katz mengumumkan rencana pembentukan unit Nahal di Gaza utara. Unit ini merupakan bagian dari angkatan bersenjata Israel yang mengombinasikan dinas militer dengan pengabdian sipil serta persiapan komunitas. Langkah ini dipandang sebagai upaya “pengganti” bagi komunitas Yahudi yang sempat direlokasi dari Gaza pada tahun 2005 silam.

Polemik Politik Menjelang Pemilu 2026 Meski Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya kerap menolak wacana pembangunan kembali permukiman di Gaza, tekanan dari kelompok sayap kanan ultra-nasionalis di dalam koalisinya terus menguat. Isu pendudukan kembali Gaza diperkirakan akan menjadi komoditas politik utama menjelang tahun pemilu 2026 di Israel.

Hingga berita ini diturunkan, Kantor Perdana Menteri Netanyahu belum memberikan pernyataan resmi atau komentar terkait manuver Menhan Katz tersebut.

Ekspansi di Tepi Barat Selain membahas Gaza, dalam acara yang sama Katz juga mengumumkan proyek ambisius di Tepi Barat yang diduduki. Ia meresmikan rencana pembangunan 1.200 unit hunian baru di permukiman Beit El. Proyek perumahan ini nantinya akan menempati lahan yang sebelumnya merupakan bekas pangkalan militer Israel.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *