KALBARAYA, BEIJING – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Beijing X Museum, Tiongkok, ketika sebuah karya seni rupa berupa mahkota phoenix emas seberat dua kilogram jatuh dan mengalami kerusakan serius. Peristiwa ini bermula saat seorang pengunjung anak-anak secara tidak sengaja menyenggol kotak pelindung saat sang ibu tengah berfoto di area pameran.
Kabar mengenai kerusakan artefak modern ini mulai mencuat ke publik setelah dilaporkan oleh South China Morning Post pada Selasa (23/12/2025).
Kronologi Jatuhnya Mahkota Phoenix Berdasarkan rekaman CCTV yang dibagikan oleh pemilik mahkota, Zhang Kaiyi, terlihat seorang anak laki-laki mencoba membersihkan permukaan kaca pelindung agar hasil foto ibunya terlihat lebih jernih. Nahas, kotak kaca tersebut ternyata tidak terpasang permanen pada alasnya. Kotak pelindung itu tergelincir, menyebabkan mahkota emas di dalamnya menghantam lantai dengan keras.
Mahkota tersebut diketahui memiliki nilai fantastis mencapai 2 juta yuan atau sekitar Rp4,76 miliar. Bagi Zhang Kaiyi—seorang influencer ternama dengan 13 juta pengikut—benda tersebut memiliki nilai sentimental yang tak terukur karena merupakan hadiah pernikahan yang dirancang khusus oleh suaminya.
Sikap Bijak Sang Pemilik Meski mengalami kerugian besar, Zhang Kaiyi yang saat ini tengah mengandung tujuh bulan menunjukkan sikap yang luar biasa. Ia menegaskan tidak akan menuntut ganti rugi secara pribadi kepada ibu dan anak yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Mahkota ini sudah diasuransikan. Kerugian nantinya akan ditanggung melalui mekanisme koordinasi antara pihak asuransi, manajemen museum, dan kami sendiri,” ungkap Zhang.
Ia menjelaskan bahwa motivasinya mengunggah video insiden tersebut bukan untuk memicu perundungan terhadap pelaku, melainkan sebagai edukasi bagi para orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi anak di ruang publik dan tidak terlalu terpaku pada gawai.
Soroti Standar Keamanan Museum Insiden ini memicu perdebatan panas di media sosial Tiongkok terkait standar keamanan pameran seni. Banyak netizen dan pakar industri pameran mengkritik pihak Beijing X Museum karena dianggap lalai dalam memastikan stabilitas kotak pelindung karya seni bernilai miliaran rupiah.
“Dalam prosedur standar, alas dan kotak pelindung seharusnya diuji kekuatannya terhadap guncangan guna mengantisipasi perilaku pengunjung yang tidak tertib,” komentar seorang praktisi pameran dalam diskusi daring tersebut.
Hingga kini, pihak museum belum memberikan pernyataan resmi mengenai evaluasi sistem keamanan atau mekanisme pertanggungjawaban internal atas kejadian yang mencederai karya seni berharga tersebut.
