KALBARAYA, JAKARTA – Saham emiten tekstil PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) mencatatkan performa gemilang pada perdagangan sesi I, Senin (19/1/2026). Saham milik pengusaha asal Subang, Asep Sulaeman Sabanda, ini terpantau melonjak signifikan hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 11.15 WIB, harga saham ZATA melesat tajam 33,33 persen atau naik 27 poin ke posisi Rp108 per lembar.
Pergerakan agresif ZATA sudah terlihat sejak bel pembukaan pasar dimulai. Saham ini dibuka pada level Rp85, melonjak dari posisi penutupan sebelumnya di harga Rp81, hingga akhirnya mengunci posisi di zona hijau pada level tertinggi hariannya di Rp108.
Fundamental dan Valuasi Pasar
Lonjakan harga yang konsisten di sesi pagi ini membawa nilai kapitalisasi pasar (market cap) ZATA melambung ke angka sekitar Rp917,57 miliar. Meski mencatatkan kenaikan harga yang fantastis, para investor perlu mencermati rasio valuasi perseroan.
Saat ini, rasio harga terhadap laba bersih atau Price to Earnings (P/E) ZATA berada di level yang cukup tinggi, yakni sekitar 511 kali.
Sentimen Kinerja Keuangan
Aksi beli masif yang menggerakkan harga saham ZATA diduga kuat dipicu oleh rapor hijau kinerja keuangan perseroan. Berdasarkan laporan kuartal III-2025, emiten tekstil ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan yang positif.
- Pendapatan Q3-2025: Rp32,73 miliar.
- Pertumbuhan: Naik 14,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).
Suntikan sentimen positif dari kinerja fundamental ini tampaknya menjadi daya tarik bagi pelaku pasar untuk mengoleksi saham ZATA di awal pekan ini. Sebagaimana diketahui, ZATA merupakan salah satu lini bisnis utama di bawah kendali Asep Sulaeman Sabanda, tokoh yang kerap dijuluki sebagai ‘Crazy Rich Subang’.
