Foto: Reuters

KALBARAYA, WASHINGTON D.C. – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi menandatangani memorandum kepresidenan yang menginstruksikan pengunduran diri Amerika Serikat dari 66 organisasi internasional. Langkah radikal yang diambil pada Rabu (7/1/2026) ini menandai pergeseran drastis kebijakan luar negeri AS menuju isolasionisme dan pengutamaan kedaulatan nasional di atas kerja sama multilateral.

Gedung Putih menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap dolar pajak warga Amerika hanya dialokasikan pada institusi yang secara langsung mendukung keamanan dan kemakmuran ekonomi Negeri Paman Sam.

Daftar Entitas yang Ditinggalkan Memorandum tersebut memerintahkan seluruh lembaga eksekutif untuk menghentikan pendanaan dan partisipasi pada 31 badan yang berafiliasi dengan PBB serta 35 organisasi internasional non-PBB. Beberapa badan krusial yang masuk dalam daftar tersebut antara lain:

  • Sektor Lingkungan & Energi: UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), dan International Renewable Energy Agency (IRENA).
  • Sektor Sosial & HAM: UN Women, UN Population Fund (UNFPA), serta kantor perwakilan khusus untuk isu kekerasan seksual dan anak dalam konflik bersenjata.
  • Sektor Keamanan & Perdagangan: Global Counterterrorism Forum dan UN Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Langkah ini mencabut AS dari kerangka kerja iklim global yang telah diikuti sejak tahun 1992, sebuah keputusan yang diprediksi akan mengubah peta kebijakan lingkungan dunia secara permanen.

Alasan di Balik Kebijakan “America First”

Berdasarkan pernyataan resmi pemerintah AS, keputusan ini diambil setelah dilakukan tinjauan mendalam yang menyimpulkan bahwa organisasi-organisasi tersebut sudah tidak relevan dan tidak efisien. Washington menuding banyak dari entitas tersebut dikelola dengan buruk dan justru beroperasi berseberangan dengan nilai-nilai fundamental Amerika Serikat.

“Kami tidak akan lagi membiayai organisasi yang melemahkan kedaulatan kita atau tidak memberikan timbal balik nyata bagi kepentingan nasional,” tulis pernyataan resmi Gedung Putih.

Kekhawatiran Pakar dan Reaksi Dunia Sejumlah pakar hubungan internasional memperingatkan bahwa “eksodus” diplomatik ini dapat menciptakan kekosongan kepemimpinan di panggung dunia. Berikut adalah potensi dampak yang disoroti:

  • Kehilangan Pengaruh: Melemahnya daya tawar diplomatik AS dalam isu-isu lintas batas seperti kesehatan publik dan keamanan maritim.
  • Ketidakpastian Hukum: Beberapa organisasi, termasuk Pacific Regional Environment Programme (SPREP), mengingatkan AS untuk tetap mematuhi prosedur penarikan formal sesuai hukum internasional.
  • Efek Domino: Penarikan ini dikhawatirkan akan diikuti oleh negara-negara lain, yang dapat melumpuhkan efektivitas respons global terhadap krisis di masa depan.

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari tren penarikan diri AS dari berbagai kesepakatan besar sebelumnya, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNESCO, yang semakin mempertegas arah politik luar negeri Trump di periode kepemimpinannya saat ini.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *