Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Istimewa

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) pada Jumat (9/1/2026). Peninjauan ini merupakan respons cepat pemerintah kota atas keluhan masyarakat terkait degradasi sarana dan prasarana di rumah sakit milik daerah tersebut.

Dalam pengecekan tersebut, Edi menyoroti kondisi fisik bangunan yang kini telah memasuki usia 12 tahun. Ia menemukan sejumlah kerusakan infrastruktur yang dinilai mengganggu kenyamanan serta kualitas layanan kesehatan bagi pasien.

Fokus Perbaikan: Atap Bocor hingga Sistem AC Hasil temuan lapangan menunjukkan adanya kerusakan serius pada bagian atap yang menyebabkan kebocoran di beberapa ruang perawatan. Selain itu, sistem pendingin ruangan (AC) sentral juga mengalami gangguan fungsional pada jaringan ducting dan utilitas pendukungnya.

“Kita segera mengalokasikan anggaran untuk melakukan rehabilitasi berat. Fokus utamanya adalah penggantian atap dan penataan ulang ruangan agar pasien merasa lebih nyaman. Proses pengerjaan diupayakan mulai tahun ini,” ujar Edi Rusdi Kamtono.

Selain perbaikan fisik utama, Pemkot Pontianak juga merencanakan pembangunan musala baru di area rumah sakit guna mempermudah akses ibadah bagi keluarga pasien dan pengunjung.

Peningkatan Pelayanan melalui Assessment Ketat

Edi Rusdi Kamtono menargetkan seluruh persoalan infrastruktur di RSUD SSMA dapat tuntas dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan. Namun, ia menegaskan bahwa pembenahan bangunan harus dibarengi dengan peningkatan performa sumber daya manusia (SDM).

Beberapa poin penekanan Wali Kota meliputi:

  • Evaluasi SDM: Melakukan assessment berkala terhadap tenaga medis dan perawat agar standar pelayanan tetap terjaga.
  • Pengawasan Intensif: Menjalankan kontrol ketat agar operasional rumah sakit berjalan sesuai SOP.
  • Penanganan Darurat: Menginstruksikan manajemen RSUD untuk segera memperbaiki fasilitas yang rusak secara instan, seperti AC yang mati dan titik bocor, tanpa menunggu proyek besar dimulai.

“Kami ingin memastikan pasien tidak hanya mendapatkan perawatan medis yang tepat, tetapi juga berada di lingkungan yang layak, aman, dan nyaman selama proses penyembuhan,” tegas Edi.

Wali Kota juga meminta jajaran manajemen rumah sakit untuk proaktif menyusun usulan program perbaikan jangka panjang agar anggaran yang dialokasikan dapat terserap secara efektif demi kepentingan publik.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *