KALBARAYA, SINTANG – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu luapan air sungai di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Akibatnya, sejumlah pemukiman warga di Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Tempunak terendam banjir pada Kamis (8/1/2026), yang melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Kusnidar, mengonfirmasi bahwa kenaikan debit air yang signifikan menjadi penyebab utama banjir di Desa Nanga Pari (Sepauk) dan Desa Benua Kencana (Tempunak).
Sebaran Dampak Banjir di Desa Nanga Pari Di wilayah Kecamatan Sepauk, banjir melanda tiga dusun di Desa Nanga Pari dengan tingkat kedalaman yang bervariasi. Berdasarkan data sementara dari BPBD Sintang, rincian rumah yang terdampak adalah sebagai berikut:
- Dusun Tanjung Kepayang: 48 rumah terendam (wilayah terparah).
- Dusun Kuai: 20 rumah terdampak.
- Dusun Tuntun Palah: 6 rumah terendam air.
Meskipun genangan sempat masuk ke dalam bangunan, laporan terbaru menyebutkan bahwa air di wilayah Nanga Pari cenderung cepat surut.
Kondisi di Tempunak: Kandang Ternak Turut Terendam Sementara itu, situasi serupa terjadi di Dusun Layang Mentari, Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak. Lokasi pemukiman yang berada di bantaran Sungai Kura membuat sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) terdampak luapan air.
Selain merendam hunian, warga mulai mengeluhkan kerugian ekonomi karena banjir juga menggenangi kandang-kandang ternak milik masyarakat. “Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Namun, tim kami masih melakukan verifikasi di lapangan untuk mendata total kerugian material,” jelas Kusnidar.
BPBD Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
BPBD Sintang terus menyiagakan personel untuk memantau fluktuasi debit air dan perkembangan cuaca melalui koordinasi dengan aparat desa serta kecamatan. Upaya ini dilakukan guna memastikan langkah evakuasi dapat segera diambil jika kondisi memburuk secara tiba-tiba.
Kusnidar meminta warga yang bermukim di daerah aliran sungai untuk tetap dalam kondisi siaga. “Kami mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca dan segera memberikan laporan jika terjadi kenaikan air yang signifikan di lingkungannya,” pungkasnya.
