KALBARAYA, SINGKAWANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Singkawang menyambut positif pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Singkawang periode 2026–2030. Momentum ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem pembinaan cabang olahraga bridge di wilayah tersebut.
Dalam agenda yang berlangsung di Kota Singkawang pada Minggu (17/5), Yayan Kurniawan resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Gabsi Singkawang untuk masa bakti empat tahun ke depan.
KONI Singkawang menaruh harapan besar agar kepengurusan yang baru terbentuk dapat membangun organisasi yang solid serta mampu melahirkan atlet-atlet bridge yang kompetitif di kancah daerah maupun nasional.
Dorong Pembinaan Usia Dini Secara Terstruktur
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Singkawang, Nila Lestiawati, menggarisbawahi bahwa kunci utama dari keberlanjutan prestasi olahraga adalah program pembinaan yang konsisten dan terukur.
Nila meminta pengurus Gabsi Singkawang yang baru untuk memperluas jangkauan pemanduan bakat, dengan fokus utama pada kelompok usia muda atau pelajar.
“Peningkatan frekuensi latihan dan partisipasi aktif dalam turnamen resmi sangat krusial. Ini menjadi jembatan penting untuk menjaring bibit unggul potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama Kota Singkawang di tingkat provinsi hingga nasional,” ujar Nila dalam forum tersebut.
Komitmen Strategis Ketua Terpilih
Merespons harapan tersebut, Ketua Gabsi Singkawang terpilih, Yayan Kurniawan, menyatakan komitmen penuhnya untuk melakukan reformasi pada sistem regenerasi pemain. Menurutnya, kompetensi praktis atlet hanya bisa diasah melalui jam terbang pertandingan yang tinggi.
“Langkah awal kami adalah menggenjot pembinaan atlet muda dan memfasilitasi mereka untuk lebih sering terlibat dalam berbagai kejuaraan. Dukungan sinergis dari KONI, pengurus, serta komunitas bridge akan menjadi fondasi utama gerakan ini,” ungkap Yayan.
Selain agenda pemilihan ketua, Muskot ini juga memfokuskan pembahasan pada beberapa poin penting, antara lain:
- Evaluasi capaian dan program kerja kepengurusan periode sebelumnya.
- Penyusunan peta jalan (roadmap) pengembangan olahraga bridge empat tahun ke depan.
- Rencana peningkatan kualitas pelatih dan standarisasi fasilitas latihan.
Membangun Ekosistem Olahraga yang Sehat
Muskot Gabsi kali ini tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, melainkan platform taktis untuk merancang ekosistem bridge yang berkelanjutan di Kota Singkawang. Pengurus baru menargetkan popularisasi olahraga otak ini di kalangan generasi muda agar olahraga bridge semakin inklusif.
Untuk mempercepat realisasi target tersebut, Gabsi Singkawang berharap adanya jalinan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan pemangku kepentingan olahraga. Sinergi ini diharapkan mampu membawa cabang olahraga bridge Singkawang menuju era prestasi yang lebih gemilang.