KALBARAYA, JAKARTA – Ibunda Nadiem Makarim, Atika Algadrie, akhirnya memberikan tanggapan mendalam menyusul bergulirnya proses hukum yang menjerat sang putra. Dalam sebuah bincang-bincang eksklusif di kanal YouTube Hukum Perubahan, Atika membeberkan pondasi etika dan nilai-nilai moral yang selama ini menjadi kompas dalam mendidik anak-anaknya.
Pernyataan ini muncul selang sehari setelah sidang perdana pembacaan dakwaan terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (5/1/2026).
Menanamkan Kejujuran dan Nilai Anti-Korupsi Atika menekankan bahwa dalam tradisi keluarga besarnya, kejujuran merupakan prinsip yang bersifat non-negosiasi. Ia membantah keras jika sang anak dikaitkan dengan tindakan memperkaya diri sendiri secara ilegal.
“Dalam keluarga kami, nilai-nilai kejujuran dan kebenaran sudah tertanam sejak dini. Kami mendidik anak-anak untuk tidak pernah menyentuh hak orang lain, apalagi harta negara. Itu adalah prinsip fundamental dalam pendidikan keluarga kami,” ujar Atika dengan nada tegas.
Harapan pada Keadilan di Persidangan Atika menuturkan bahwa pihak keluarga menyambut proses persidangan ini dengan harapan besar agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap secara terang benderang. Ia menaruh kepercayaan pada integritas majelis hakim dan jaksa dalam menjalankan proses hukum yang adil.
“Saya berharap persidangan berjalan lancar dan adil, sehingga penegakan hukum yang benar dapat tercapai dan kebenaran segera muncul ke permukaan,” imbuhnya.
Rekam Jejak Keluarga: Pengabdian dan Perlawanan terhadap Korupsi
Lebih lanjut, Atika mengungkapkan bahwa komitmen terhadap integritas bukanlah hal baru bagi keluarganya. Ia menceritakan bagaimana orang tuanya di era Presiden Soekarno telah aktif memperjuangkan gerakan anti-korupsi.
Keterlibatan keluarga dalam menjaga etika publik pun terbukti dari rekam jejak mereka:
- Nono Makarim (Suami): Pernah menjabat sebagai bagian dari Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
- Atika Algadrie: Merupakan salah satu pendiri organisasi Bung Hatta Anti-Corruption Award.
Semangat Mengabdi untuk Bangsa Selain integritas, Atika juga menanamkan semangat pengabdian. Ia menjelaskan bahwa keputusannya menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri memiliki misi agar mereka kembali dan berkontribusi bagi tanah air.
Menurut Atika, Nadiem menyadari posisinya sebagai individu yang memiliki hak istimewa (privilege) dalam hal pendidikan. Oleh karena itu, ia merasa harus berbuat lebih bagi masyarakat.
“Itulah alasan Nadiem bersedia melepas posisi mapannya sebagai pendiri Gojek untuk menerima amanah Presiden menjadi Menteri Pendidikan. Ia ingin menyumbang kembali kepada bangsa melalui sektor yang paling krusial, yakni pendidikan,” pungkas Atika.
