Istimewa

KALBARAYA, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat menerbitkan peringatan dini terkait potensi kenaikan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan. Berdasarkan prakiraan terbaru, gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi akan terjadi mulai 2 hingga 5 Januari 2026.

Peringatan ini berlaku efektif mulai pukul 07.00 WIB dan mencakup hampir seluruh lini pesisir Kalimantan Barat.

Wilayah Terdampak dan Kondisi Angin Potensi gelombang tinggi tersebut diprediksi akan melanda area perairan mulai dari wilayah utara hingga selatan, meliputi:

  • Singkawang dan Bengkayang
  • Sambas
  • Pontianak dan Mempawah
  • Kubu Raya dan Kayong Utara
  • Ketapang

Prakirawan BMKG Kalbar, Risa Yurisma, menjelaskan bahwa kondisi sinoptik menunjukkan pola angin di utara khatulistiwa umumnya bergerak dari Barat Laut menuju Timur Laut. Sementara itu, di wilayah selatan khatulistiwa, angin bertiup dari arah Barat hingga Utara dengan kecepatan yang cukup signifikan, yakni berkisar antara 2 hingga 20 knots.

Himbauan Keselamatan Pelayaran Menyikapi kondisi tersebut, BMKG meminta para pengguna jasa transportasi laut dan nelayan untuk memperketat standar keselamatan pelayaran. Risa menekankan adanya ambang batas keamanan yang harus diperhatikan oleh awak kapal guna menghindari insiden di laut.

“Nelayan dengan perahu kecil diminta waspada jika kecepatan angin menyentuh 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara untuk operasional kapal tongkang, risiko meningkat apabila angin mencapai 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter,” tegas Risa dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).

Pihak BMKG mengharapkan masyarakat pesisir dan pelaku ekonomi maritim untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca guna memitigasi risiko kecelakaan laut di awal tahun ini.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *