KALBARAYA, PALEMBANG – Aparat kepolisian terus mengintensifkan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Tragedi yang terjadi pada Rabu (6/5) tersebut telah merenggut sedikitnya 18 nyawa dan menyebabkan tiga orang lainnya luka-luka.
Dalam perkembangan terbaru, polisi menetapkan Muhammad Fadli (30), kernet bus ALS bernomor polisi BK 7778-DL yang selamat dari insiden tersebut, sebagai saksi kunci. Fadli yang hanya mengalami luka ringan di bagian tangan dan kaki dinilai mengetahui detik-detik sebelum tabrakan terjadi.
Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan, menjelaskan bahwa saat ini saksi kunci tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Muratara.
“Saksi kunci adalah satu orang kernet yang selamat. Selain itu, kami juga mengambil keterangan dari beberapa warga yang berada di lokasi saat kejadian guna melengkapi kronologi,” ujar Putu pada Senin (11/5).
Menunggu Hasil Olah TKP Gabungan
Sejauh ini, tim gabungan yang terdiri dari Satlantas Polres Muratara, Ditlantas Polda Sumsel, hingga Mabes Polri telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, pihak Polda Sumsel belum bisa membeberkan simpulan akhir terkait penyebab kecelakaan.
Putu menyatakan bahwa tim ahli masih melakukan sinkronisasi antara temuan fisik di lapangan dengan keterangan dari para saksi. “Kami masih menunggu laporan resmi hasil penyelidikan menyeluruh. Hingga saat ini data tersebut masih dalam proses pendalaman,” tambahnya.
Identifikasi Jenazah Lewat Tes DNA
Terkait penanganan 17 jenazah korban meninggal dunia yang berada di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, kepolisian masih menunggu hasil tes DNA dari Pusdokkes Polri. Langkah ini diambil untuk memastikan akurasi identitas sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Polda Sumsel menegaskan bahwa proses penyerahan jenazah kepada ahli waris akan dilakukan secara kolektif setelah seluruh prosedur identifikasi dinyatakan rampung.
“Hasil identifikasi belum keluar. Kami akan menginformasikan lebih lanjut kepada pihak keluarga dan publik jika proses di Pusdokkes sudah selesai,” pungkas Putu.
