KALBARAYA, BOGOR – Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, melakukan kunjungan kerja ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan akhir para personel yang akan segera bertolak menuju Lebanon dalam misi perdamaian dunia.

Dudung mengonfirmasi bahwa sebanyak 742 prajurit TNI telah dinyatakan siap untuk diberangkatkan pada 22 Mei mendatang. Ratusan personel ini akan menjalani rotasi guna menggantikan satuan tugas (Satgas) Indonesia yang saat ini masih bertugas di wilayah konflik tersebut.

“Pasukan telah menunjukkan kesiapan yang matang. Penting untuk diingat bahwa ini bukan sekadar misi PBB, melainkan misi besar membawa nama baik bangsa Indonesia di kancah internasional,” tegas Dudung melalui keterangan pers resminya.

Keselamatan dan Reputasi Menjadi Prioritas

Dalam arahannya, mantan KSAD tersebut menitikberatkan pada tiga poin utama: menjaga keselamatan diri di medan tugas, menjunjung tinggi kehormatan bangsa, serta melaksanakan tugas pokok secara profesional.

Dudung menilai, keistimewaan prajurit TNI di mata dunia terletak pada sisi humanisnya yang menonjol. “Tentara Indonesia selalu diidamkan dalam misi perdamaian karena dikenal ramah, peduli, namun tetap menunjukkan keseriusan dalam menjalankan tugas,” imbuhnya.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk memberikan doa restu agar seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan selamat.

Pesan Menlu: Waspadai Medan Operasi yang Dinamis

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono. Ia mengingatkan para prajurit bahwa meskipun mereka menyandang status sebagai peacekeeper (penjaga perdamaian), kondisi di lapangan tidaklah selalu damai.

“Saudara-saudara adalah penerus sejarah bangsa. Jalankan tugas dengan ikhlas dan semangat tinggi. Ingat, medan operasi yang akan dihadapi penuh tantangan, maka keterampilan militer harus selalu dibarengi dengan kewaspadaan dan faktor keselamatan sebagai prioritas utama,” ujar Sugiono.

Menlu juga menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi para prajurit yang bersiap bertaruh nyawa demi mengangkat reputasi diplomasi pertahanan Indonesia di dunia.

Kehadiran Sejumlah Pejabat Tinggi

Tinjauan kesiapan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting kabinet dan pimpinan institusi, di antaranya:

  • Djamari Chaniago (Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan)
  • Febrian Alphyanto Ruddyard (Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas)
  • Irjen Pol. Amur Chandra Juli Buana (Kadivhubinter Polri)
  • Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan (Komandan PMPP TNI)

Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga ini, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *