KALBARAYA, JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada sektor energi domestik. Pantauan di lapangan pada Minggu (19/4) menunjukkan kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU swasta, bersamaan dengan lonjakan harga yang signifikan pada beberapa produk nonsubsidi.

Kelangkaan di SPBU Shell dan Vivo

Stok BBM di gerai ritel Shell dan Vivo terpantau kosong di berbagai titik. Kondisi ini membuat aktivitas pengisian bahan bakar di kedua SPBU tersebut lumpuh total. Selain ketiadaan fisik bahan bakar, laman resmi kedua perusahaan tersebut juga tidak menampilkan informasi harga terbaru bagi konsumen.

Lonjakan Drastis Harga BP AKR

Berbeda dengan kompetitornya yang mengalami kekosongan stok, BP AKR secara resmi melakukan penyesuaian harga per Sabtu (18/4). Kenaikan ini dipicu oleh melambungnya harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Iran.
Berikut rincian perubahan harga di BP AKR:

  • BP Ultimate Diesel: Naik drastis menjadi Rp 25.560 per liter (sebelumnya Rp 14.620).
  • BP 92: Kini dipatok Rp 12.390 per liter.
  • Catatan: Meski harga telah disesuaikan, produk jenis BP Ultimate dilaporkan ikut mengalami kekosongan pasokan.

Pertamina Tahan Harga Subsidi

Di tengah gejolak pasar internasional, PT Pertamina (Persero) terpantau masih mempertahankan harga lama untuk produk nonsubsidi jenis Pertamax serta BBM subsidi. Langkah ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian harga minyak global.

Daftar Harga BBM Pertamina Saat Ini:

  • Pertamax (RON 92): Rp 12.300 /liter
  • Pertamax Green: Rp 12.900 /liter
  • Pertalite (Subsidi): Rp 10.000 /liter
  • Biosolar (Subsidi): Rp 6.800 /liter

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola SPBU swasta terkait kapan pasokan BBM akan kembali normal ke pasar domestik.

By APZ APZ