KALBARAYA – Pasar komoditas global mengalami volatilitas signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (31/3/2026). Harga minyak mentah dunia, khususnya jenis Brent, merosot tajam menyusul beredarnya spekulasi mengenai upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Penurunan ini dipicu oleh laporan mengenai keinginan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, untuk mengakhiri konfrontasi bersenjata dengan syarat jaminan tertentu. Meski sinyal diplomatik ini belum terverifikasi secara resmi, sentimen pasar langsung bereaksi terhadap potensi stabilitas pasokan energi.
Pergerakan Harga Minyak Mentah
Berdasarkan data Reuters, terjadi anomali pada pergerakan kontrak berjangka minyak mentah:
- Minyak Brent (Mei): Ditutup pada level USD 118,35 per barel, atau melonjak sekitar 4,94 persen (naik USD 5,57).
- Minyak AS (WTI): Mengalami koreksi sebesar 1,46 persen (turun USD 1,50) ke posisi USD 101,38 per barel.
Sektor Energi dan Logam: Batu Bara dan Nikel Melemah
Tren negatif juga membayangi komoditas energi fosil lainnya serta sektor pertambangan logam.
- Batu Bara: Harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak April 2026 terpantau melandai. Mengutip data Barchart, harga terkoreksi 1,25 persen dan menetap di level USD 142,45 per ton.
- Nikel: Di bursa London Metal Exchange (LME), harga nikel ditutup di angka USD 17.110 per ton. Meski sempat menunjukkan dinamika, secara keseluruhan sentimen pasar masih dipengaruhi oleh perlambatan permintaan industri.
- Timah: Berbeda dengan nikel, harga timah cenderung bergerak stagnan dengan kenaikan tipis 0,03 persen di posisi USD 46.747 per ton pada penutupan perdagangan Selasa.
Sektor Perkebunan: Harga CPO Malaysia Merosot
Dari sektor agrikultur, harga minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia turut mencatatkan penurunan tajam. Merujuk data Tradingeconomics, harga CPO anjlok 3,77 persen dan kini berada di level MYR 4.794 per ton pada sesi perdagangan Senin (30/3/2026).
Ringkasan Penutupan Harga Komoditas:
| Komoditas | Harga Terakhir | Perubahan (%) | Bursa/Sumber |
| Minyak Brent (Mei) | USD 118,35 / bbl | +4,94% | Reuters |
| Minyak WTI (AS) | USD 101,38 / bbl | -1,46% | Reuters |
| Batu Bara (Apr ’26) | USD 142,45 / ton | -1,25% | ICE Newcastle |
| CPO Malaysia | MYR 4.794 / ton | -3,77% | Tradingeconomics |
| Nikel | USD 17.110 / ton | – | LME |
| Timah | USD 46.747 / ton | +0,03% | LME |
