KALBARAYA, TEHERAN – Hubungan antara Teheran dan Washington kembali memanas setelah militer Iran bersumpah akan melancarkan aksi balasan terhadap Amerika Serikat. Ancaman ini dipicu oleh insiden penembakan kapal kargo milik Iran, Touska, oleh Angkatan Laut AS di perairan Teluk Oman.

Peringatan Keras dari Militer Iran

Melansir laporan kantor berita ISNA, juru bicara pusat komando militer Khatam Al-Anbiya mengecam keras tindakan militer AS yang dianggap sebagai bentuk “pembajakan bersenjata”. Pihak Iran menuding Washington telah mengkhianati komitmen gencatan senjata yang sebelumnya disepakati pada 8 April lalu.

“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera merespons dan membalas tindakan provokatif dari militer AS ini,” tegas pernyataan resmi tersebut, Senin (20/4).

Klaim Pelanggaran Blokade oleh Donald Trump

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social mengonfirmasi bahwa penembakan dilakukan karena kapal Touska mengabaikan instruksi untuk berhenti dan nekat menerobos zona blokade.

Untuk menghentikan laju kapal, kapal perang USS Spruance terpaksa melepaskan tembakan yang menyasar bagian mesin kapal kargo tersebut.

“Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut dan sedang melakukan inspeksi menyeluruh terhadap muatannya,” tulis Trump dalam unggahannya.

Status Sanksi Kapal Touska

Selain tuduhan pelanggaran batas wilayah, Trump menyebut bahwa Touska memang berada dalam daftar hitam Departemen Keuangan AS. Kapal kontainer berbendera Iran ini tercatat di Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) atas dugaan keterlibatan dalam aktivitas ilegal di masa lalu.

Pantauan Navigasi Terakhir

Berdasarkan data dari Marine Traffic, posisi terakhir kapal Touska terpantau berada sekitar 45 kilometer dari lepas pantai selatan Iran, tepatnya di dekat kota Chabahar, beberapa jam sebelum insiden dilaporkan. Sementara itu, lembaga pemantau Tanker Tracker menyebutkan bahwa kapal tersebut berlayar dari Malaysia sebelum akhirnya dicegat oleh armada tempur Amerika Serikat.

By APZ APZ