donald trump dan jeffrey epstein Davidoff Studios/Getty Images

KALBARAYA, WASHINGTON D.C. – Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis kumpulan dokumen terbaru dari berkas penyelidikan Jeffrey Epstein pada Jumat pekan ini. Di antara tumpukan arsip tersebut, terdapat sebuah memo internal FBI tahun 2020 yang memuat rangkaian klaim kontroversial terkait pengaruh intelijen asing dan kelompok religius terhadap pemerintahan Donald Trump pada masa jabatan pertamanya.

Memo tersebut disusun berdasarkan keterangan dari sumber rahasia (confidential human source/CHS) dalam kerangka penyelidikan dugaan campur tangan domestik dan asing terhadap proses demokrasi di Amerika Serikat.

Klaim Keterlibatan Jaringan Chabad-Lubavitch

Salah satu poin paling mencolok dalam dokumen tersebut adalah tuduhan mengenai upaya kelompok Yahudi ultra-ortodoks, Chabad-Lubavitch, dalam memengaruhi kebijakan di Gedung Putih. Sumber rahasia FBI mengeklaim adanya upaya sistematis dari kelompok tersebut untuk mendekati lingkaran kekuasaan Trump.

“Sumber menyatakan bahwa Chabad melakukan upaya maksimal untuk memengaruhi kepresidenan Trump,” tulis laporan tersebut. Dokumen itu juga mendeskripsikan Chabad sebagai organisasi global dengan basis pengikut mencapai 90.000 orang, yang pandangan politiknya kerap diasosiasikan dengan gerakan pemukiman di wilayah Palestina.

Selain itu, memo tersebut menyinggung kaitan kelompok ini dengan Berel Lazar, Kepala Rabi Rusia yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Presiden Vladimir Putin. Muncul klaim bahwa jaringan ini digunakan secara strategis dalam konteks geopolitik antara Rusia dan kelompok oligarki Yahudi.

Peran Jared Kushner dan Koneksi Israel

FBI turut menyoroti peran menantu Donald Trump, Jared Kushner, sebagai sosok kunci di balik pengambilan kebijakan strategis. Dokumen itu menyebut Kushner sebagai penyokong Chabad dan menyinggung kunjungan religius Ivanka Trump bersama suaminya ke makam Rabi Menachem Mendel Schneerson tepat di hari kemenangan pemilu Trump.

Sumber rahasia dalam memo tersebut bahkan menggunakan diksi tajam dengan menyebut kepemimpinan Trump telah “dikompromikan” oleh kepentingan Israel melalui jalur Kushner.

Jeffrey Epstein dan Dugaan Afiliasi Mossad

Terkait sosok Jeffrey Epstein, memo FBI ini memuat klaim yang mengaitkan terpidana kasus asusila tersebut dengan dunia intelijen. Berdasarkan keterangan CHS, Epstein diyakini memiliki hubungan kerja sama dengan intelijen Amerika Serikat maupun pihak asing, khususnya dinas rahasia Israel, Mossad.

Narasi ini diperkuat dengan catatan mengenai hubungan erat Epstein dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak. Dokumen mengungkap bahwa Barak mengunjungi kediaman Epstein di New York sebanyak puluhan kali antara tahun 2013 hingga 2017.

Meskipun dalam sebuah korespondensi email Epstein sempat membantah dirinya bekerja untuk Mossad, dokumen tersebut tetap mencatat kecurigaan otoritas terkait kesepakatan hukum Epstein pada 2008. Muncul dugaan bahwa jaksa federal saat itu, Alex Acosta, mendapat informasi bahwa Epstein adalah sosok yang “terkait dengan intelijen,” sehingga memengaruhi perlakuan hukum terhadapnya.

Tuduhan Terhadap Alan Dershowitz

Nama pengacara ternama sekaligus pakar hukum pro-Israel, Alan Dershowitz, juga terseret dalam memo ini. Sumber rahasia FBI menuding Dershowitz telah terkooptasi oleh misi intelijen asing. Klaim ini menambah daftar panjang spekulasi mengenai jaring laba-laba pengaruh yang mengelilingi kasus Epstein dan hubungannya dengan para elite politik dunia.

Sejauh ini, pihak-pihak yang namanya tercantum dalam memo tersebut belum memberikan tanggapan resmi terkait rilisnya dokumen lama FBI ini.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *