Petugas memadamkan kebakaran lahan di Jalan Lingkar Sabang Merah, Sanggau, Jumat 30 Januari 2026. (Foto: Dok. Abang Indra).

KALBARAYA, SANGGAU – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Plt. Kepala BPBD Sanggau, Budi Darmawan, meminta masyarakat untuk ekstra waspada, bahkan terhadap hal kecil seperti pembuangan puntung rokok.

Budi menegaskan bahwa kondisi vegetasi yang mengering saat ini membuat api sangat mudah tersulut dan menyebar secara liar.

“Potensi kebakaran saat ini sangat tinggi. Kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok secara sembarangan bisa berdampak fatal pada lahan kering,” ujar Budi Darmawan di Sanggau, Jumat (30/1/2026).

Kekhawatiran BPBD terbukti dengan munculnya tiga kejadian kebakaran lahan di kawasan Kota Sanggau dalam kurun waktu satu hari. Berdasarkan data lapangan, titik api terpantau di tiga lokasi berbeda, yakni:

  1. Jalan Doku’
  2. Kawasan Pemakaman Tionghoa (Kelurahan Tanjung Kapuas)
  3. Jalan Lingkar Sabang Merah

Budi menjelaskan bahwa mayoritas lahan yang terbakar adalah lahan kosong berisi semak belukar. Khusus untuk lokasi di pemakaman Tionghoa, ia menyebutkan lahan tersebut memang dibakar secara sengaja namun dalam pengawasan ketat oleh pemiliknya. Beruntung, sinergi tim gabungan di lapangan berhasil memadamkan seluruh titik api sebelum meluas ke pemukiman.

Pemerintah daerah tidak sepenuhnya melarang aktivitas pembakaran terkendali, namun masyarakat diwajibkan mengikuti prosedur keamanan yang ketat. BPBD mengimbau warga yang berencana melakukan pembakaran untuk melaporkannya terlebih dahulu kepada pihak kelurahan atau desa setempat.

“Jangan bermain-main dengan api di musim seperti ini. Jika memang harus membakar, wajib melapor dan apinya harus dijaga secara fisik. Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan,” tegas Budi.

Ia mengingatkan bahwa hembusan angin kencang dapat menerbangkan bara api ke area sekelilingnya, sehingga pengawasan manual menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya bencana Karhutla yang lebih besar di Kabupaten Sanggau.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *