KALBARAYA, NEW YORK – Hubungan dua otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA dan UEFA, berada di titik terpanas setelah FIFA menuduh konfederasi Eropa tersebut menggalang kampanye hitam untuk menjatuhkan Presiden Gianni Infantino. Ketegangan berlanjut ke ranah hukum usai UEFA melayangkan gugatan di pengadilan Amerika Serikat guna menuntut transparansi proyek investasi senilai 20 miliar dolar AS.
FIFA menilai tindakan hukum yang diambil UEFA di Pengadilan Distrik Selatan New York tidak memiliki dasar yang sah dan hanya dimanfaatkan sebagai alat propaganda politik jelang Pemilihan Presiden FIFA Maret mendatang. Perselisihan ini dipicu oleh proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) yang berencana menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta—sebuah skema yang dinilai UEFA merugikan ekosistem sepak bola global.
Menanggapi tuduhan tersebut, FIFA menyerang balik dengan menyebut UEFA berupaya menghambat pertumbuhan finansial negara-negara berkembang demi menjaga dominasi ekonomi kompetisi elite Eropa seperti Liga Champions. Menurut FIFA, suntikan dana dari proyek FFE ditujukan untuk pemerataan infrastruktur global agar talenta lokal tidak melulu terserap ke klub-klub raksasa Benua Biru.
