KALBARAYA, BANDAR LAMPUNG – Perubahan dinamika angin di lapisan atmosfer memicu pergeseran arah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Raden Inten Lampung mencatat pola pergerakan abu bervariasi pada setiap tingkatan ketinggian berdasarkan pantauan citra satelit Himawari-9 dan data Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin.

Forecaster On Duty BMKG Raden Inten Lampung, Pebri Surgiansyah, menjelaskan bahwa emisi abu hingga ketinggian 12.000 kaki terdeteksi bergerak ke arah barat dengan kecepatan 5 knot. Sementara pada lapisan yang lebih tinggi mencapai 50.000 kaki, material abu bertiup ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 10 knot.

Berdasarkan analisis pemetaan, BMKG mengidentifikasi dua klaster utama sebaran. Klaster pertama pada rentang ketinggian hingga 15.000 kaki mengarah ke timur laut hingga selatan, melingkupi wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya. Sementara klaster kedua yang mencapai ketinggian 50.000 kaki membentang ke barat daya hingga barat laut, mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatra Barat, hingga perairan Samudra Hindia. Pihak BMKG terus memantau pergerakan atmosfer secara berkala mengingat dampaknya yang signifikan terhadap penerbangan dan masyarakat terdampak.

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *