KALBARAYA, SUKADANA – Maraknya insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian mendalam Pemerintah Kabupaten Kayong Utara. Merujuk data pemantauan SiPongi dan BMKG, wilayah ini mencatatkan 127 titik panas (hotspot), menjadikannya daerah dengan jumlah titik api terbanyak ketiga di Kalimantan Barat setelah Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya.
Menanggapi lonjakan Karhutla, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Bupati, Sukadana, Jumat (28/8/2026). Pertemuan tersebut membahas mengenai perkembangan kondisi di lapangan serta pengkajian potensi penetapan status tanggap darurat bencana.
Romi menyampaikan bahwa penetapan status tanggap darurat akan diputuskan apabila indikator yang diatur dalam regulasi—termasuk parameter kualitas udara dan dampak kekeringan—telah terpenuhi berdasarkan hasil evaluasi bersama. Langkah ini dinilai penting agar upaya pemadaman, pengerahan sumber daya, hingga penanganan dampak kesehatan bagi masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi. Seluruh OPD pun diminta bergerak aktif sesuai dengan kewenangan masing-masing untuk menekan penyebaran titik api serta melindungi warga terdampak.