KALBARAYA, SANGGAU — Senyum bahagia dan rasa haru tidak dapat disembunyikan dari wajah warga Dusun Sanyang, Dusun Pasang Surut, Desa Bulu Bala, Kabupaten Sanggau. Setelah puluhan tahun mendambakan penerangan, wilayah mereka akhirnya resmi teraliri arus listrik dari PT PLN (Persero).
Keberhasilan realisasi program listrik desa ini tidak terlepas dari pengawalan ketat dan perjuangan aspirasi yang dilakukan oleh Anggota DPR RI Komisi XII, Gulam Mohamad Sharon, yang bersinergi dengan manajemen PLN.
Sebagai bentuk rasa syukur yang mendalam, Kepala Desa bersama jajaran tokoh masyarakat dan warga setempat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian nyata dari legislator pusat dan pihak PLN.
“Kami atas nama seluruh warga Dusun Sanyang, dan Dusun Pasang Surut mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Gulam Mohamad Sharon dan PLN. Kehadiran listrik ini adalah impian besar kami sejak lama yang akhirnya terwujud,” ujar Kepala Desa dengan penuh haru.
Perjuangan Aspirasi di Komisi XII
Selama ini, warga di dua wilayah tersebut harus bergantung pada mesin genset pribadi dengan biaya operasional yang mahal, atau menggunakan lampu teplok sederhana saat malam tiba. Keterbatasan akses energi ini diakui cukup menghambat produktivitas ekonomi, aktivitas belajar anak-anak, serta pelayanan publik di desa.
Melihat kondisi tersebut, Gulam Mohamad Sharon yang membidangi energi dan sumber daya mineral di Komisi XII DPR RI, bergerak cepat mendorong percepatan elektrifikasi pedesaan di wilayah Kalimantan Barat, khususnya di daerah-daerah yang masih terisolasi dari jaringan listrik nasional.
Warga menilai, komitmen politisi muda ini menjadi jembatan krusial yang mempercepat langkah PLN dalam melakukan perluasan jaringan, penancapan tiang, hingga pengaliran arus listrik langsung ke rumah-rumah warga.
Efek Domino bagi Ekonomi dan Pendidikan
Dengan menyalanya listrik di wilayah mereka, Kepala Desa optimistis wajah kehidupan masyarakat akan berubah total. Tidak hanya meningkatkan kualitas hidup di malam hari, hadirnya listrik PLN juga diharapkan mampu memicu pertumbuhan usaha-usaha mikro di desa serta mendukung digitalisasi pendidikan bagi generasi muda setempat.
“Kini anak-anak kami bisa belajar dengan nyaman di malam hari, dan warga yang punya usaha kecil bisa berkembang karena biaya energi sudah jauh lebih hemat. Sekali lagi, terima kasih Bapak Sharon dan PLN yang telah membawa terang ke desa kami,” pungkasnya.