KALBARAYA, WASHINGTON – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merilis peringatan keras terkait potensi eskalasi militer di kawasan Selat Hormuz, Jumat (29/5). Pasukan AS menegaskan tidak akan ragu melancarkan serangan defensif terhadap kapal-kapal yang terindikasi melakukan penyebaran ranjau laut di jalur pelayaran internasional tersebut.
Langkah preventif ini diambil menyusul manuver Iran yang dinilai mencoba memaksakan kendali sepihak atas Selat Hormuz, sehingga memicu krisis keamanan maritim di kawasan Timur Tengah.
Dalam maklumat resminya, CENTCOM memetakan wilayah utara Semenanjung Musandam sebagai zona operasi militer potensial. Setiap armada yang terbukti memasang atau mendukung aktivitas sabotase ranjau akan langsung dijadikan target militer atas dasar pertahanan diri (self-defense).
“Langkah ini adalah respons taktis demi melindungi navigasi global. Selat Hormuz merupakan urat nadi pasokan energi dunia, dan setiap provokasi bersenjata di jalur tersebut akan ditindak tegas,” tulis pernyataan resmi CENTCOM.
Konflik terbuka antara Washington dan Teheran di perairan ini terus memanas. Sejak pecahnya konfrontasi pada 28 Februari 2026, tercatat sedikitnya ada 44 insiden maritim yang menghantam kapal komersial serta instalasi lepas pantai di sekitar Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Teluk Oman.