Sebuah perahu polisi mendekati kapal pesiar MV Hondius di pelabuhan Granadilla de Abona, setelah terkena wabah hantavirus, di Tenerife, Spanyol, Minggu (10/5/2026). Foto: Hannah McKay/REUTERS

KALBARAYA, PARIS – Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, mengonfirmasi satu kasus positif hantavirus yang ditemukan pada salah satu dari lima warga negara Prancis yang dipulangkan dari kapal pesiar MV Hondius. Pasien tersebut dilaporkan menunjukkan gejala sejak Minggu (10/5) dan saat ini sedang dalam penanganan medis serius.

Kapal pesiar MV Hondius yang berbendera Belanda tersebut sebelumnya berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada awal April 2026. Kapal ini menjadi titik fokus penyebaran Andes virus, varian hantavirus asal Amerika Latin yang memiliki karakteristik langka, yakni dapat menular antarmanusia.

“Kondisi pasien sempat mengalami penurunan yang signifikan dalam semalam. Tim medis terus memberikan pengawasan dan perawatan intensif,” ujar Rist dalam keterangannya kepada radio France Inter, Senin (11/5).

Protokol Ketat dan Karantina Mandiri

Mengingat belum adanya vaksin atau obat spesifik untuk hantavirus jenis Andes, otoritas kesehatan mengikuti rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Protokol tersebut mencakup masa karantina selama 42 hari serta “pemantauan aktif” harian, terutama terhadap gejala demam.

Sementara itu, empat penumpang asal Prancis lainnya dinyatakan negatif. Meski demikian, mereka tetap diwajibkan menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit selama minimal dua minggu untuk memastikan keamanan kesehatan publik.

Pelacakan Kontak di Jalur Penerbangan Internasional

Otoritas kesehatan Prancis juga telah mengidentifikasi sedikitnya 22 orang yang masuk dalam kategori kontak erat. Mereka merupakan penumpang dalam dua rute penerbangan yang sempat ditumpangi oleh seorang warga Belanda yang kemudian meninggal akibat virus tersebut. Rute tersebut meliputi:

  1. Penerbangan antara St. Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan.
  2. Penerbangan dari Johannesburg menuju Amsterdam, Belanda.

Pemerintah Prancis telah menerbitkan dekrit khusus untuk memperketat protokol isolasi bagi para kontak erat tersebut guna mencegah penyebaran lebih luas di wilayah domestik.

Kesiapan Logistik dan Penanganan Global

Menteri Rist menegaskan bahwa Prancis telah menyiapkan logistik kesehatan yang memadai, termasuk masker bedah, masker FFP, alat uji (test kit), serta obat-obatan untuk menangani gejala yang muncul.

“Saya telah memerintahkan inventarisasi total untuk memastikan stok persediaan kita mencukupi guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan kasus,” tambahnya.

Perkembangan Kasus di MV Hondius:

  • Kasus di AS: Pejabat Amerika Serikat juga mengonfirmasi satu warga negaranya yang turun dari kapal tersebut dinyatakan positif hantavirus pada Minggu.
  • Total Korban: Sejauh ini, terdapat delapan kasus dugaan di kapal MV Hondius, dengan enam di antaranya terkonfirmasi positif dan tiga pasien meninggal dunia.
  • Proses Evakuasi: Sebanyak 94 penumpang dari 19 negara telah diterbangkan dalam operasi repatriasi di Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu (10/5).

Kapal MV Hondius dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Belanda pada Senin malam dengan kru minimal. Meski situasi terus dipantau, para ahli kesehatan menekankan bahwa risiko terhadap kesehatan global saat ini masih tergolong rendah dan tidak dapat dibandingkan dengan skala pandemi Covid-19.

By APZ APZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *