KALBARAYA, BEKASI – Warga Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, diguncang penemuan jasad seorang pria di dalam sebuah kios ayam geprek, Sabtu (28/3/2026) malam. Jasad karyawan berinisial “Pak Bedul” tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terbungkus kain dan plastik di dalam mesin pendingin (freezer).
Peristiwa ini terungkap saat pemilik usaha, berinisial AL, mendatangi ruko miliknya setelah beberapa hari ditinggal karyawannya mudik Lebaran.
Kronologi Penemuan: Curiga Karyawan Tak Bisa Dihubungi
Kecurigaan AL bermula saat salah satu penjaga ruko yang bertugas selama masa mudik tidak dapat dihubungi. Saat mendatangi lokasi dan mencoba mengintip melalui celah pintu ruko, AL melihat ada keganjilan pada posisi mesin pendingin di dalam kios.
“Karyawan lain sedang mudik, jadi saya cek ke sini. Begitu saya intip dari celah dan membuka freezer, saya temukan korban sudah dalam kondisi terbungkus kain dan plastik di dalamnya,” ungkap AL kepada awak media, Minggu (29/3/2026).
Setelah mendapati temuan mengerikan tersebut, AL segera melapor ke warga sekitar dan pihak kepolisian. Tak berselang lama, Tim Identifikasi dari Polsek Serang Baru dan Polres Metro Bekasi tiba untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sosok Korban: Terakhir Terlihat Saat Malam Takbiran
Korban yang diperkirakan berusia 45 tahun itu dikenal warga sebagai pribadi yang ramah. Ali, salah satu warga setempat, menyebut korban sering berinteraksi dengan pedagang lain di sekitar perumahan.
Keterangan mengejutkan datang dari saksi lain, Elin, yang mengaku masih melihat korban beraktivitas normal di depan kios pada malam takbiran, Jumat (20/3/2026). Sejak saat itu, keberadaan korban tidak lagi diketahui hingga ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam freezer.
Penyelidikan Polisi dan Autopsi di RS Polri
Guna mengungkap tabir kematian korban, jasad “Pak Bedul” telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Polisi kini fokus menunggu hasil pemeriksaan medis untuk menentukan apakah terdapat unsur kekerasan atau tindak pidana pembunuhan dalam kasus ini.
Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma P. Sitompul, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
“Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi dari RS Polri. Proses penyelidikan lebih lanjut sedang berjalan untuk mengungkap fakta di balik kejadian ini,” tegas AKP Hotma.
