KALBARAYA, LAMPUNG – Tim gabungan dari Satresmob Bareskrim Polri, Polda Lampung, dan Polres Tulang Bawang Barat berhasil menggulung komplotan perampok bersenjata api (bersenpi) yang sempat menghebohkan publik. Kelompok ini diringkus setelah melakukan aksi nekat merampas uang senilai Rp800 juta dari sebuah truk distributor di wilayah Tulang Bawang Barat.
Kanit III Satresmob Bareskrim Polri, AKBP Reinhard H. Nainggolan, mengonfirmasi bahwa penangkapan kelima tersangka dilakukan pada Jumat (20/2/2026). Sinergi tim gabungan membuat kasus yang sempat viral di media sosial ini terungkap dalam waktu singkat.
Kronologi Penembakan di Siang Bolong
Aksi perampokan tersebut terjadi pada Senin (19/1) sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Sudirman, Tiyuh Daya Asri, Tumijajar. Saat itu, sebuah truk yang mengangkut uang hasil penjualan toko distributor tengah menuju bank untuk penyetoran.
Di tengah perjalanan, dua pelaku yang berboncengan motor tiba-tiba memepet truk tersebut. Untuk melumpuhkan korban, pelaku melepaskan tembakan sebanyak tiga kali hingga memecahkan kaca depan truk.
“Terdengar bunyi tembakan senjata api sebanyak tiga kali di lokasi kejadian. Karena merasa nyawa terancam, pengemudi dan kenek truk terpaksa berhenti, hingga pelaku berhasil membawa lari uang ratusan juta tersebut,” jelas Reinhard dalam keterangan resminya, Sabtu (21/2/2026).
Jejak Motor Vixion di Bawah Tol
Penyelidikan intensif yang dilakukan polisi membuahkan hasil saat tim menemukan sepeda motor Yamaha Vixion yang digunakan sebagai sarana eksekusi. Kendaraan tersebut ditemukan dibuang oleh pelaku di bawah area Jalan Tol Lampung-Palembang untuk menghilangkan jejak.
Selain motor, polisi juga mengamankan rekaman CCTV dan sejumlah bukti pendukung lainnya yang membantu mengidentifikasi identitas para pelaku.
Peran Masing-Masing Tersangka
Dalam penangkapan tersebut, polisi mengungkap struktur dan pembagian tugas komplotan ini secara detail:
- AY: Merupakan otak pelaku yang merencanakan aksi serta menyiapkan unit mobil Grand Max untuk mengangkut motor operasional.
- J: Bertindak sebagai pengemudi (joki) motor saat eksekusi perampokan berlangsung.
- T: Eksekutor utama yang melepaskan tembakan ke arah kendaraan korban.
- Y: Bertugas memantau situasi di lapangan menggunakan sepeda motor Honda Revo.
- D: Membantu pengawasan saat aksi kekerasan tersebut terjadi.
“Kelima tersangka saat ini sudah resmi ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegas AKBP Reinhard.
