KALBARAYA, WASHINGTON DC – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) merupakan salah satu mitra paling strategis dan kuat bagi Indonesia. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri forum Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti kedekatan historis antara kedua negara. Ia menyebut bahwa dukungan Negeri Paman Sam telah dirasakan Indonesia sejak era perjuangan mempertahankan kemerdekaan hingga masa-masa sulit pascakemerdekaan.
Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Lupa Sejarah
Presiden Prabowo secara khusus mengingatkan generasi muda Indonesia agar tetap menghargai peran krusial Amerika Serikat dalam perjalanan politik dan ekonomi bangsa. Salah satu yang disorot adalah bantuan pangan di era 1960-an.
“Kami tidak akan melupakan dukungan Amerika Serikat saat masa kritis tahun 60-an, ketika sektor pertanian kita terpuruk akibat gejolak di kawasan Asia Tenggara. Melalui program PL 480, AS memberikan bantuan yang sangat signifikan bagi stabilitas pangan kita saat itu,” ujar Prabowo.
Sebagai informasi, PL 480 merupakan inisiatif bantuan pangan yang digagas Presiden Eisenhower pada 1954, yang kini bertransformasi melalui USAID dan telah memberikan manfaat bagi miliaran orang di lebih dari 150 negara.
Komitmen Pemerintahan Bersih dan Kepastian Hukum
Selain mengenang sejarah, Presiden Prabowo juga membawa misi penguatan ekonomi di masa depan. Ia menyatakan harapan besarnya agar korporasi asal Amerika Serikat dapat meningkatkan penetrasi investasi dan kehadiran mereka dalam ekosistem ekonomi Indonesia.
Guna menarik minat investor, Prabowo meyakinkan para pengusaha global bahwa pemerintahannya berkomitmen penuh pada tata kelola yang bersih dan penegakan hukum yang adil.
“Rakyat Indonesia menuntut pemerintahan yang transparan dan bersih. Inilah posisi saya; menciptakan serta membela supremasi hukum guna memberikan keadilan bagi semua, termasuk para mitra bisnis kami,” tegasnya.