KALBARAYA, KETAPANG – Buntut insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan tenaga pendidik di Kecamatan Marau, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Marau Riam Batu Gading resmi dibekukan untuk sementara waktu. Penghentian ini dilakukan menyusul jatuhnya 206 korban usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (5/2/2026).
Kepala Program MBG Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, menegaskan bahwa penutupan fasilitas tersebut akan berlangsung hingga ada kejelasan dari hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga terkontaminasi.
Fokus Penanganan Korban dan Jaminan Biaya
Pihak pengelola saat ini memfokuskan sumber daya untuk pendataan dan pemulihan kesehatan para korban yang menjalani perawatan di Puskesmas Marau dan fasilitas kesehatan terdekat lainnya. Agus berkomitmen bahwa seluruh beban biaya pengobatan para korban akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak SPPG.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada pihak sekolah, para siswa, serta orang tua yang terdampak. Kami berkomitmen untuk melakukan evaluasi total dan investigasi menyeluruh, baik secara internal maupun eksternal,” ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Sebagai informasi, SPPG yang dikelola oleh Yayasan Surya Gizi Lestari ini telah beroperasi sejak akhir September 2025 dengan total jangkauan penerima manfaat mencapai 1.859 orang.
Dinkes Ketapang Kerahkan Tim Medis Gabungan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, mengonfirmasi bahwa jumlah pasien yang terdampak mencapai 206 orang. Mengingat banyaknya jumlah korban, beberapa pasien dengan kondisi tertentu terpaksa dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.
Guna menangani situasi darurat ini, Dinkes Ketapang telah memobilisasi tim medis gabungan dari berbagai wilayah.
- Personel Medis: Tim berasal dari Dinkes Kabupaten, Puskesmas Marau, Puskesmas Jelai Hulu, hingga Puskesmas Suka Mulia.
- Langkah Teknis: Penyiapan obat-obatan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) serta pengambilan sampel makanan untuk keperluan uji forensik kesehatan.
Hingga saat ini, dugaan sementara mengarah pada salah satu menu lauk dalam program tersebut. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh otoritas terkait guna memastikan penyebab pasti kontaminasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Kasus Keracunan Massal MBG di Ketapang: Operasional SPPG Marau Resmi Dihentikan Sementara
KETAPANG – Buntut insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan tenaga pendidik di Kecamatan Marau, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Marau Riam Batu Gading resmi dibekukan untuk sementara waktu. Penghentian ini dilakukan menyusul jatuhnya 206 korban usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (5/2/2026).
Kepala Program MBG Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, menegaskan bahwa penutupan fasilitas tersebut akan berlangsung hingga ada kejelasan dari hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga terkontaminasi.
Fokus Penanganan Korban dan Jaminan Biaya
Pihak pengelola saat ini memfokuskan sumber daya untuk pendataan dan pemulihan kesehatan para korban yang menjalani perawatan di Puskesmas Marau dan fasilitas kesehatan terdekat lainnya. Agus berkomitmen bahwa seluruh beban biaya pengobatan para korban akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak SPPG.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada pihak sekolah, para siswa, serta orang tua yang terdampak. Kami berkomitmen untuk melakukan evaluasi total dan investigasi menyeluruh, baik secara internal maupun eksternal,” ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Sebagai informasi, SPPG yang dikelola oleh Yayasan Surya Gizi Lestari ini telah beroperasi sejak akhir September 2025 dengan total jangkauan penerima manfaat mencapai 1.859 orang.
Dinkes Ketapang Kerahkan Tim Medis Gabungan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, mengonfirmasi bahwa jumlah pasien yang terdampak mencapai 206 orang. Mengingat banyaknya jumlah korban, beberapa pasien dengan kondisi tertentu terpaksa dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.
Guna menangani situasi darurat ini, Dinkes Ketapang telah memobilisasi tim medis gabungan dari berbagai wilayah.
- Personel Medis: Tim berasal dari Dinkes Kabupaten, Puskesmas Marau, Puskesmas Jelai Hulu, hingga Puskesmas Suka Mulia.
- Langkah Teknis: Penyiapan obat-obatan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) serta pengambilan sampel makanan untuk keperluan uji forensik kesehatan.
Hingga saat ini, dugaan sementara mengarah pada salah satu menu lauk dalam program tersebut. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh otoritas terkait guna memastikan penyebab pasti kontaminasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
