Istimewa

KALBARAYA, TEHERAN – Di tengah gelombang unjuk rasa yang telah mengguncang stabilitas domestik selama hampir sepekan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan status kesiagaan militer berada pada level tertinggi. Komandan Angkatan Darat IRGC, Mohammad Pakpour, menegaskan bahwa pasukannya siap memberikan balasan fatal terhadap setiap potensi ancaman luar negeri.

Pernyataan keras ini menyasar Amerika Serikat dan Israel, dua negara yang secara konsisten dituding oleh Teheran sebagai dalang di balik kerusuhan dan ketegangan politik yang tengah berlangsung di berbagai kota di Iran.

“Kami berada dalam tingkat kesiapan tertinggi untuk merespons secara tegas setiap salah perhitungan yang dilakukan oleh musuh,” tegas Pakpour dalam pernyataan tertulis yang disiarkan oleh media pemerintah Iran dan dikutip dari Al Jazeera, Kamis (15/1/2026).

Tuduhan terhadap Trump dan Netanyahu

Dalam retorikanya, Pakpour secara spesifik melontarkan serangan verbal kepada Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia melabeli kedua pemimpin tersebut sebagai sosok yang bertanggung jawab atas tumpahnya darah para pemuda Iran selama periode gejolak berlangsung.

Klaim ini merupakan bagian dari narasi pemerintah Iran yang memandang protes massa—yang awalnya dipicu oleh masalah ekonomi dan sosial—sebagai bagian dari perang hibrida yang dikendalikan oleh kekuatan Barat dan Zionis.

Analisis Situasi: Siaga Militer di Tengah Gejolak

Status siaga tempur ini diumumkan saat otoritas keamanan Iran bekerja ekstra keras untuk meredam kerusuhan nasional yang kian meluas. Berikut adalah poin-poin krusial dari eskalasi ini:

  • Sinyal Pencegahan: Pernyataan IRGC bertujuan sebagai deterrence (efek gentar) bagi pihak asing agar tidak mengintervensi urusan internal Iran lebih jauh.
  • Sentimen Nasionalisme: Mengaitkan demonstrasi dalam negeri dengan ancaman eksternal sering digunakan Teheran untuk merapatkan barisan loyalis pemerintah.
  • Risiko Konflik Terbuka: Dengan retorika “salah perhitungan”, Iran memberikan sinyal bahwa setiap serangan fisik sekecil apa pun akan dibalas dengan serangan militer skala penuh.

Hingga berita ini diturunkan, Washington dan Tel Aviv belum memberikan tanggapan resmi terbaru atas tuduhan spesifik yang dilontarkan oleh komandan elit militer Iran tersebut.

By DYL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *